Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

ISPA BAGI ANAK BALITA

|| || ,,,,,, || Leave a komentar
                                                             

A. Apa itu ISPA?

ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) adalah istilah untuk suatu kelompok infeksi yang menyerang sistem pernafasan.  ISPA disebabkan oleh bakteri tertentu (termasuk pertusis (batuk rejan) dan difteria) dan virus tertentu (termasuk influenza dan campak). ISPA bukan akibat dari kedinginan, atau kehujanan, tetapi kedinginan atau kehujanan dapat membuat anak lebih mudah terinfeksi kuman yang menyebabkan ISPA.

Secara global, IPSA merupakan salah satu penyebab utama kematian anak (28% kematian anak balita) dan selalu ada diantara tiga penyebab utama kematian anak di NTT, termasuk Flores. 

Lebih dari 90% anak yang meninggal akibat ISPA, meninggal karena PNEMONIA.  Penilitian sudah membuktikan bahwa mayoritas kasus pnemonia disebabkan oleh bakteri, maka dapat diobati dengan antibiotik.
Hal terpenting bagi petugas lapangan adalah cara membedakan antara kasus ISPA ringan – infeksi yang akan sembuh dengan sendirinya setelah 1-2 minggu – dan kasus IPSA berat – infeksi yang dapat menyebabkan kesakitan berat, kecacatan dan kematian. 

Bagian yang berikutnya menjelaskan cara untuk mengidentifikasi penyakit ISPA berat.

B. Gejala-gejala ISPA dan cara mengidentifikasi penyakit ISPA berat.

ISPA dapat dibagi dua kelompok (Gambar 1):

1.    ISPA bagian atas
2.    ISPA bagian bawah

Gambar 1. Sistem pernafasan
Pada umumnya, ISPA bagian atas biasanya penyakit ringan yang akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu.  Walaupun kadang penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi (gejala gawat), jarang sekali menyebabkan kematian.  Gejala-gejala penyakit ini adalah:

•    Batuk
•    Hidung beringus
•    Hidung tersumbat
•    Sakit Kepala
•    Demam ringan
•    Sakit telinga

ISPA bagian bawa jauh lebih mungkin menjadi penyakit berat dan menyebabkan sesak nafas dan kematian.  99% kematian akibat ISPA adalah kematian akibat ISPA bagian bawa.

Penting sekali mengenal anak yang menderita ISPA berat  (biasanya pnemonia) karena anak tersebut HARUS SEGERA DIOBATI.

 Cara mudah untuk mendefinisikan pnemonia adalah: BATUK + SESAK NAFAS/ NAFAS CEPAT

 Cara Mengetahui sesak nafas :
•    Batuknya melengking, kering, biasanya sering mulai pada pertengahan malam.
•    Suara batuknya tidak seperti batuk biasanya, melainkan lebih seperti gonggongan anjing laut. Suara yang timbul adalah akibat dari pembengkakan di sekitar pita suara (pangkal tenggorokan) dan batang tenggorokan.
•    Demam ringan gejala seperti sesak atau pilek selama beberapa hari
•    Suara menjadi serak dan berat yang terjadi sepanjang hari dan akan lebih buruk pada malam hari ketika anak atau bayi Anda menangis.

Cara Mengetahui Nafas Cepat:

•    Anak berumur di bawa 2 bulan: 60 kali per menit atau lebih

•    Anak berumur 2 bulan -1 tahun: 50 kali per menit atau lebih


    Anak yang menderita ISPA berat sulit menghirup udara ke dalam parunya, maka mereka bernafas lebih cepat daripada biasa.  Juga anak tersebut mungkin mengeluarkan suara aneh, pada saat udara dipaksakan ke dalam paru-paru. 

Gejala pnemonia yang lain adalah:

o    Demam dan berkeringkat
o    Rasa nyeri pada dada
o    Barusan menderita ISPA bagian atas (seperti pilek biasa)
o    Rasa nyeri pada perut bagian atas



C. Bagaimana ISPA dapat menular?

ISPA ditularkan lewat udara.  Pada saat orang terinfeksi batuk, bersin atau bernafas, bakteri atau zat virus yang menyebabkan ISPA dapat ditularkan pada orang lain (orang lain menghirup kuman tersebut.)
Ada faktor tertentu yang dapat memudahkan penularan:
•    Kuman (bakteria dan virus) yang menyebabkan ISPA mudah menular dalam rumah yang mempunyai kurang ventilasi (peredaran udara) dan ada banyak asap (baik asap rokok maupun asap api).
•    Orang yang bersin/batuk tanpa menutup mulut dan hidung akan mudah menularkan kuman pada orang lain.
•    Kuman yang menyebabkan ISPA mudah menular dalam rumah yang ada banyak orang (mis. banyak orang yang tinggal di satu rumah kecil).



D.  Bagaimana kita dapat kontrol ISPA?

i). Pencegahan

Ada dua cara pokok untuk mencegah ISPA yaitu,  immunisasi dan mengurangi faktor risiko tertentu seperti dijelaskan dalam diagram di bawa: 

Immunisasi
Setiap anak seharusnya dapat immunisai lengkap sesuai dengan jadwal Nasional.  Hal ini melindungi anak dari penyebab pokok ISPA dan membantu mencegah kurang gizi.

Mengurangi faktor risiko ISPA :

Gizi:
Anak kurang gizi lebih mungkin menderita ISPA, dan jauh lebih mungkin menderita ISPA berat, seperti pnemonia.

Pollusi udara:
Asap rokok, dan asap api meningkatkan risiko ISPA  (juga meningkatkan risiko astma).Menjauhkan anak dari asap dan meningkatkan peredaran udara dalam rumah akan mengurangi penularan

ISPA.Kebersihan:
Anak harus dijauhkan dari orang yang menderita batuk/pilek. Semua orang seharusnya tutup mulut/hidung pada saat batuk/bersin, dan sering cuci tangan.

Pola asuh anak:
Orang tua harus siap antar anak yang menderita ISPA berat ke puskesmas. Orang tua harus memastikan anaknya minum obat sampai HABIS.


ii). Pengobatan

DETEKSI DINI DAN PENGOBATAN SEGERA ISPA BERAT DAPAT MENYELAMATKAN JIWA ANAK Berarti:

1. Deteksi dini pnemonia berat dan pengobatan yang benar di rumah sakit

2. Deteksi dini pnemonia tidak berat  dan pengobatan yang benar di rumah, sesuai dengan tunjuk dokter.

Anak yang mengalami gejala-gejala ISPA berat/ pnemonia, seperti dijelaskan di atas (batuk tambah sesak nafas/ nafas cepat) harus segera dibawa ke dokter.  Dokter akan memeriksa anak dan memutuskan apakah anak tersebut harus rawat inap atau dapat diobati di rumah.  Bila anak diobati di rumah, paling penting anak diberi obat sesuai dengan jadwal dan dosis ditunjuk oleh dokter.  Bila obat tidak diberi secara benar, anak dapat tambah sakit dan mungkin harus diobati rawat inap.   

Orang tua yang merawat anak di rumah harus memperhatikan anak untuk melihat apakah gejala akan hilang.  Bila gejala tidak hilang, atau tambah berat, seharusnya anak dibawa lagi ke dokter. 

iii) Pengobatan ISPA ringan di rumah:

Anak yang menderita ISPA ringan (batuk, pilek biasa, dengan demam ringan TANPA ada masalah pernafasan) tidak usah dibawa ke puskesmas.  Dia dapat rawat di rumah:

1.    Jagalah anak supaya hangat

2.    Memberi anak banyak minum

3.    Memberi anak sirop madu-jeruk (lihatlah Kotak 1), 3 atau 4 kali sehari

4.    Bila hidung tersumbat, membersihkan lubang hidung dengan kain bersih, untuk membantu dia bernafas.

5.    Bila anak demam, memberi obat parasetemol dengan dosis yang sesuai dengan umur anak (lihatlah Kotak 2). Jangan memberi parasetemol kepada anak bila Anda belum tahu dosis yang benar.


Sumber :
Katrina Smith, tenaga VSO, untuk Yayasan Tananua Flores, Ende.  Oktober, 2005.
Editor   :
13.30.006










|| || ,,,,, || Leave a komentar
  Menguntungkan Tapi Merugikan

GADGET……

ALTRUISME PADA RELAWAN MAHASISWA

|| || ,,,,,,,,, || Leave a komentar

ALTRUISME PADA RELAWAN MAHASISWA
Seiring dengan kemajuan teknologi dan komunikasi pada saat ini semakin banyak individu yang mementingkan dirinya sendiri atau berkurangnya rasa tolong menolong antara sesama. Globalisasi juga berperan membuat hubungan antar sesama manusia menjadi semakin rumit. Kerumitan ini dapat menciptakan stress dan kekerasan-kekerasan yang kadang-kadang disebabkan oleh hal-hal sepele dan aneh. Semakin berkembangnya aktivitas pada setiap orang, maka akan semakin sibuk dengan urusannya sendiri, yang memunculkan sifat atau sikap individualisme yang menjadi ciri manusia modern. Akankan budaya tolong menolong ini akan punah seiring dengan kemajuan peradaban dunia? Padahal sebagai makhluk sosial, manusia sudah ditakdirkan untuk selalu membutuhkan orang lain.
           Perilaku menolong yang mungkin diberikan kepada orang lain sangat bermacam-macam jenisnya. Ada yang disebut dengan Altruisme yaitu tindakan sukarela untuk membantu orang lain tanpa pamrih, atau ingin sekedar beramal baik, dimana tindakan yang akan digolongkan sebagai tindakan altruistik ini tergantung dari niat si penolong. Ada juga tindakan Prososial yaitu tindakan menolong orang lain yang terlepas dari motif si penolong.
            Perilaku menolong ini sangat nampak ketika pada tahun 2010 yang lalu terjadi bencana alam di Indonesia, lebih tepatnya di daerah Yogyakarta, yaitu meletusnya Gunung Merapi yang menimbulkan terjadinya pengungsian besar-besaran dari daerah yang terkena dampak letusan ke daerah yang lebih aman bagi pengungsi. Banyak sekali masyarakat di Indonesia yang serta merta ingin membantu para pengungsi, entah itu berupa bantuan logistik maupun bantuan berupa upaya terjun langsung ke lokasi pengungsian dengan menjadi relawan.
            Dari sekian banyak elemen masyarakat di Indonesia, ada juga bantuan yang datang dari mahasiswa dengan terjun langsung sebagai relawan. Salah satu universitas yang menerjunkan mahasiswanya untuk menjadi relawan adalah Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan relawan di Universitas Muhammadiyah Surakarta ini tampak pada beberapa UKM yang bergerak di pecinta alam. Sebagai contoh adalah MALIMPA atau Mahasiswa Muslim Pecinta Alam.
            Aktivitas sukarelawan yang dilakukan oleh masing-masing UKM sendiri beraneka ragam. Salah satu anggota MALIMPA, yaitu Dian Pradita dari fakultas KIP Akuntansi menjelaskan bahwa semenjak dia bergabung dalam MALIMPA ini, sudah delapan kali terjun dalam aktivitas sukarelawan. Peristiwa yang melibatkan Dian dalam aktivitas sukarelawan ini antara lain ketika bencana alam gempa bumi di Padang, Sumatera Barat dan bencana alam meletusnya Gunung Merapi tahun 2010 yang lalu. Selain itu bencana-bencana alam yang lain adalah ketika musibah banjir di sekitar Surakarta yang sering terjadi ketika musim penghujan tiba. Aktivitas sukarelawan yang dilakukan oleh MALIMPA seringkali dilakukan secara spontan, artinya ketika mendapatkan informasi tentang suatu bencana, mereka langsung menginformasikannya kepada seluruh anggota, setelah itu mereka semua berkumpul untuk membicarakan mengenai bantuan yang akan diberikan. Jika musibah yang terjadi berlangsung lama, maka akan terjadi koordinasi yang dipimpin langsung dari pusat UMS yang akan diteruskan ke masing-masing fakultas.
            Yusuf Usman, anggota dari UKM pecinta alam Rechta di Fakultas Hukum mengatakan bahwa aktivitas sukarelawan yang telah ia jalani semenjak masuk di unit kegiatan mahasiswa ini ada beberapa kali, yaitu ketika bencana alam di Merapi, kemudian banjir di Sragen dan di Bengawan Solo dan peristiwa hilangnya seorang pendaki di Gunung Lawu. Ketika melakukan aktivitas sukarelawan, Yusuf mengatakan bahwa awalnya akan diadakan koordinasi dari ketua untuk membicarakan mengenai bantuan dan mengenai siapa saja anggota yang dapat ikut serta dalam kegiatan sukarelawan tersebut.
            Aktivitas sukarelawan lain dilakukan oleh UKM Psychopala, yang diketuai oleh Hasan. Se
menjak Hasan menjadi ketua UKM ini, telah beberapa kali melakukan kegiatan sebagai seorang relawan, yaitu ketika bencana alam gunung meletus di gunung Merapi dan ketika bencana banjir di Solo Baru. Hasan mengatakan bahwa untuk melakukan aktivitas sukarelawan ini, terlebih dahulu diakukan koordinasi untuk memutuskan apakah tim dari Psychopala ini akan bekerjasama dengan tim dari universitas atau akan bergerak secara intern (hanya tim dari Psychopala).
            Dilihat dari statusnya, mahasiswa merupakan seseorang yang masih memiliki kewajiban-kewajiban yang dipikul sehingga terkadang, ketika mereka terjun sebagai relawan maka tidak jarang akan mempengaruhi atau malah meninggalkan kewajiban-kewajiban meraka. Sebenarnya apa yang melandasi mereka, para relawan mahasiswa ini untuk ikut terjun sebagai relawan? Dari penelitian yang telah saya lakukan, maka diperoleh beberapa motif yang melandasi para mahasiswa yang terjun sebagai relawan. Antara lain:
1.      Altruisme pada relawan mahasiswa terjadi akibat adanya suatu proses sebagai berikut:
a        Empati ,yaitu ketika mereka mendengar bahwa telah terjadi bencana, maka mereka merasakan suatu perasaan sedih dan terharu karena mereka membayangkan bagaimana jika merekalah yang menjadi korban dari bencana itu.
b        Setelah mereka merasakan adanya empati terhadap para korban, mereka mempunyai keinginan untuk memberikan bantuan dengan terjun langsung sebagai relawan di lokasi bencana tersebut. Bantuan yang mereka berikan antara lain berupa logistik, tenaga dan alat-alat pencarian korban.
c         Pada saat mereka terjun, banyak sekali kepentingan pribadi yang mereka korbankan seperti, mereka berada di lokasi bencana dalam waktu yang tidak ditentukan, padahal pasa saat itu mereka masih dalam masa ujian tengah semester, selain itu mereka meninggalkan masa perkuliahan yang aktif, sehingga mereka ketinggalan materi perkuliahan pada saat itu. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk meringankan beban para korban yang mereka tolong.
2.      Faktor yang mempengaruhi altruisme pada mahasiswa yang menjadi relawan adalah nilai moral, faktor tanggung jawab serta adanya norma timbal balik.
Dari dua penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa para mahasiswa yang memutuskan untuk terjun sebagai relawan, mereka memang hanya mempunyai motif untuk meringankan beban atau penderitaan orang lain. Dengan demikian, walaupun perkembangan dunia semakin pesat, hal ini tidak akan menghilangkan budaya menolong orang lain, karena manusia memang ditakdirkan untuk saling membutuhkan.
Menjadi Relawan
Relawan bencana sangatlah dibutuhkan dalam sebuah bencana, baik dalam bencana skala kecil maupun bencana skala besar. Menjadi seorang relawan itu sangatlah mudah, tinggal bagaimana kita sendiri menyikapinya. Untuk menjadi seorang relawan ada beberapa hal yang harus dilakukan, antara lain:
1.      Mempersiapkan diri sendiri dahulu sebelum menolong, baik secara fisik dan mental.
2.      Memiliki keterampilan untuk bisa menolong korban yang luka dan melengkapi diri Anda dengan alat-alat P3K.
3.      Mencoba bergabung dengan relawan yang lain dan saling tukar pikiran cara-cara menolong korban.
4.      Harus bisa disiplin dan bisa bekerja sama antar relawan yang satu dengan yang lain.
5.      Hilangkan keegoisan.
6.      Bersunggung-sungguh.
7.      Ikhlas dalam menolong korban tanpa mengharapkan suatu imbalan.
Nah dari uraian di atas bukankah mudah bagi kita untuk menjadi seorang relawan.

Penulis : Hapsari, Monica Mundi (2011) Altruisme pada Relawan Mahasiswa Skripsi, Thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Akhlak terhadap Alam

|| || ,,,,,, || Leave a komentar

Akhlak terhadap Alam
            Yang di maksud dengan alam di sini adalah alam semesta yang mengitari kehidupan manusia, yang mencakup tumbuhan, hewan, udara, sungai, laut dan sebagainya. Kehidupan manusia memerlukan lingkungan yang bersih, tertib, sehat, dan seimbang.
Akhlak terhadap alam itu sendiri adalah pemanfaatkan potensi alam untuk kepentingan hidup manusia. Namun yang harus di ingat bahwa potensi alam terbatas dan umur manusia lebih panjang. Oleh sebab itu pelestarian dan pengembangan potensi alam harus di upayakan sepanjang mungkin, dengan cara memanfaatkan sebaik-baiknya potensi alam yang ada dan tidak berlebihan, agar tidak berakibat buruk bagi alam itu sendiri. Menjaga kebersihan lingkungan dan keindahannya sangat di anjurkan, sebab hal itu akan membawa pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan. Kerbesihan lingkungan yang terjaga akan membuat kesehatan lebih terjamin sehingga hidup akan lebih bergairah.
Akhlak yang baik terhadap alam dapat mengurangi bencana alam yang setiap saat menimpa kehidupan manusia. Bila musim hujan tiba sering terjadi banjir dan tanah longsor. Sedangkan pada musim kemarau seering terjadi kebakaran. Bencana ini terjadi karna ulah manusia itu sendiri yang tidak memperhatikan keserasian lingkungan. Oleh karna itu pentingnya kita berakhlak terhadap alam agar kita memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan, contoh membuang sampah pada tempatnya agar tidak terjadi banjir, menjaga kelestarian lingkungan agar tidak terjadi kebakaran hutan.

Oleh : Kharisma Setiawan Choiri
Kesehatan Masyarakat ( c )
J410110083

|| || || Leave a komentar
BANJIR
Description: G:\100_1760.JPGSalah satu planet dalam system tata surya yang mempunyai kandungan air yang cukup banyak adalah bumi. Kira-kitra ¾ bagian dari permukaan bumi tertutup oleh lapisan air baik diratan, lautan maupun udara. Akan tetapi, air yang mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan, karena penggunaannya yang berlebihan tanpa memikirkan hari esok sekaran ketersediaannya air di bumi kita semakin hari semakin terbatas. Apalagi dengan di iringi laju pertumbuhan penduduk yang tinggi dan pencemaran lingkungan.
Rounded Rectangle: Sumber : Arsip MalimpaBanyak dijumpai masalah-masalah yang mengenai tentang air, pada musim hujan banyak bencana banjir yang melanda dibeberapa daerah dan ketika musim kemarau  mengalami kelangkaan air bersih yang sering kali mewarnaai pemberitaan dimedia masa, baik cetak maupun elektronik. Saat musim penghujan banjir dimana-mana sampai merusak bangunan dan rumah-rumah rakyat sampai yang mengharukan memakan banyak korban, sedangkan pada musim kemarau melanda banyak dijumpai sumur yang kering dan deretan orang yang mengantre untuk mendapatkan air bersih. Kelangkaan air bersih merupakan masalah yang perlu segera ditanggulangi. Untuk itu perlu diadakannya cara alternative untuk menangani masalah tersebut.
Rounded Rectangle: Sumber : Arsip MALIMPAZaman moderen ini banyak sekali ditemukan penanganan dalam masalah air mulai dari yang mudah yaitu pembuatan lupang resapan biopori  yaitu dengan cara melubangi tanah dengan diameter 10 sampai 30 cm dengan panjang 30 sampai 100 cm kemudian ditutupi sampah organik yang berfungsi untuk menjebak air yang mengalir di sekitarnya sehingga dapat menjadi sumber cadangan air bagi air bawah tanah, dan tumbuhan di sekitarnya. Serta dapat juga membantu pelapukan sampah organik menjadi kompos yang bisa dipakai untuk pupuk, selain itu pembuatan lubang resapan biopori yang sangat mudah hanya menggunakan alat bor saja. Solusi yang lain adalah  pembuatan sumur resapan akan tetapi dalam pembuatan sumur resapan banyak memakan biaya karena membutuh tenaga dari tenaga kerja dengan kedalaman tanah minimum 1,50 meter bisa menyerap air berkiasaran antara 2,0-3,6 cm/jam dengan permeabilitas tanah ( geluh kelanauan ) sedang, jika dengan permeabilitas tanah agak cepat ( pasir kasar ) yaitu  lebih Rounded Rectangle: Sumber : Arsip MALIMPADescription: F:\umum\fk3i\BULE ON THE BLAD\100_1509.jpgdari 36 cm/jam. Pembutan sumur resapan sangat baik sekali di terapkan pada daerah perkotaan seperti disekitar  wilayah Jakarta hal itu dikarenakan banyak lahan yang digunakan sebagai paru-paru bumi yang dialih fungsikan dengan pembangunan gedung-gedung bertingkat sehingga tanah yang ada disekiar sana tidak memiliki daya serap air yang baik sehingga memicu  terjadinya banjir. Marilah kita lestrikan lingkungan dari bahaya banjir dan kawan-kawannya mulai dari sekarang dengan membuat lubang resapan biopori / sumur resapan dan menanam pohon, karena tanpa dari sentuhan tangan kita yang peduli akan lingkungan tidak dapat mengubah apapun dari masalah lingkungan hidup.
                                                                                                            NIA 12.29.006 MPA

Daftar pustaka :

GEMARIKAN – Gerakan Memasyarakatkan Ikan

|| || || Leave a komentar

Pendahuluan
Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia paling utama, karena itu pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas. bahwa sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar, dan di sisi lain memiliki sumberdaya alam dan sumber Pangan yang beragam, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan Pangannya secara berdaulat dan mandiri.
Pasal 50 ayat 3 Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa Pemerintah dan atau Pemerintah Daerah perlu melakukan promosi penggunaan pangan lokal untuk mendukung terwujudnya kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Berkenaan dengan hal itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai instansi teknis Pemerintah Pusat yang menangani pangan berbasis ikan turut berpartisipasi dalam kegiatan promosi peningkatan konsumsi ikan masyarakat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga telah melakukan kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka mempromosikan penggunaan pangan berbasis komoditas/produk perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan telah melakukan suatu gerakan yang dinamakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).
Gerakan ini bertujuan untuk membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat agar gemar mengkonsumsi ikan. Dalam implementasinya, GEMARIKAN dilakukan antara lain melalui kegiatan promosi kemitraan bersama organisasi/lembaga yang dinilai memiliki potensi untuk mengakselerasi peningkatan konsumsi ikan. Oleh karena itu melalui situs/website GIKIA, Kementerian Kesehatan RI turut berpartisipasi dalam rangka memperkenalkan ikan. Karena dari sisi kesehatan ikan dikenal sejak dulu sebagai bahan sumber protein yang perlu dikonsumsi oleh masyarakat kita. Dibawah ini akan dijelaskan serba-serbi tentang ikan yang diambil.

PENGERTIAN IKAN DAN JENIS IKAN
Berdasarkan UU No. 45 Tahun 2009, pengertian Ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan. Secara umum perairan tempat kehidupan ikan terdiri dari laut, tawar dan payau.
Pengertian ikan meliputi:
1.    Ikan bersirip (Pisces) antara lain tuna, nila dan bawal;
2.    Udang, rajungan, kepiting dan sebangsanya (Crustacea);
3.    Kerang, tiram, cumi-cumi, gurita, siput dan sebangsanya. (Mollusca);
4.    Ubur-ubur dan sebangsanya (Coelenterata);
5.    Teripang, bulu babi dan sebangsanya. (Echinodermata);
6.    Kodok dan sebangsanya (Amphibia);
7.    Buaya, penyu, kura-kura, biawak, ular air dan sebangsanya (Reptilia);
8.    Paus, lumba-lumba, pesut, duyung dan sebangsanya (Mammalia);
9.    Rumput laut dan tumbuh-tumbuhan lain yang hidupnya dalam air (Algae);
10.    Biota perairan lainnya yang ada kaitannya dengan jenis – jenis tersebut diatas, termasuk ikan.

 CIRI IKAN SEGAR DAN IKAN TIDAK SEGAR
Ikan yang segar adalah ikan yang baru saja diperoleh dari hasil penangkapan maupun budidaya dan belum mengalami proses pengolahan lebih lanjut. Dalam pengertian lain, ikan segar adalah ikan yang belum mengalami perubahan fisik maupun kimia yang kondisinya masih seperti saat ikan ditangkap (Riza Rahman Hakim, 2009).
Ciri – ciri umum ikan segar dengan ikan yang tidak segar adalah sebagai berikut:
Ikan Segar    Ikan Tidak Segar
1.    Kulit
•    Warna terang dan jernih
•    Masih Kuat mebungkus tubuh, tidak mudah sobek, terutama bagian perut
•    Warna – warna khusus pada ikan masih terlihat jelas
     •    Warna suram, pucat dan banyak mengandung lendir
•    Terlihat mengendur di beberapa tempat dan mudah robek
•    Warna khusus sudah mulai hilang
Ikan Segar    Ikan Tidak Segar
1.    Sisik
•    Menempel kuat pada tubuh sehingga sulit dilepas

     •    Mudah terlepas dari tubuh, bahkan beberapa sudah terlepas

Ikan Segar    Ikan Tidak Segar
1.    Mata
•    Terlihat terang, jernih, menonjol dan cembung
     •    Terlihat suram, tenggelam dan berkerut
Ikan Segar    Ikan Tidak Segar
1.    Insang
•    Berwarna merah segar, terang dan lamella insang terpisah
•    Insang tertutup oleh len¬dir berwarna jernih dan berbau segar spesifik ikan
     •    Berwarna coklat suram atau abu – abu dan lamella insang berdem¬petan
•    Lendir insang keruh dan berbau asam menusuk hidung

Ikan Segar    Ikan Tidak Segar
1.    Daging
•    Tekstur daging kenyal, menandakan rigormortis masih berlangsung
•    Daging dan bagian tubuh lainnya berbau segar spesifik ikan
•    Bila ditekan dengan jari, tidak tampak bekas lekukan
•    Melekat kuat pada tulang
•    Daging perut khusus¬nya, utuh dan kenyal
•    Warna daging putih atau spesifik jenis ikan.  
 •    Tekstur lunak, menan¬dakan rigormortis sudah selesai
•    Daging dan bagian tu¬buh lainnya sudah mulai berbau busuk
•    Bila ditekan dengan jari, tampak bekas lekukan
•    Daging mudah terlepas dari tulang
•    Daging perut khususnya, lembek dan isi perut mudah/sering keluar
•    Warna daging kuning kemerahan terutama di sekitar tulang atau sudah tidak spesifik jenis ikan

Ikan Segar    Ikan Tidak Segar
1.    Keberadaan di dalam Air
•    Tenggelam     •    Mengapung atau melayang dalam air

Ciri-ciri Udang Segar :
1.    Udang segar berwarna jernih dan tidak terdapat bintik-bintik hitam;
2.    Tekstur daging kenyal dan tidak lembek;
3.    Cangkang keras dan mengkilap serta tidak berlumut;
4.    Kaki dan kulit serta kepalanya masih utuh dan tidak mudah lepas;
5.    Bau udang segar khas atau tidak berbau busuk;
6.    Udang tidak lengket satu sama lainnya
Ciri Kerang Segar :
1.    Warna daging kerang belum berubah dari aslinya;
2.    Cangkang banyak yang terbuka, ini menunjukkan kerang tersebut masih hidup;
3.    Beraroma khas bukan beraroma busuk;
4.    Khusus kerang yang telah dikupas dari cangkangnya, daging dalam kondisi utuh dan padat
Ciri-ciri Cumi Segar
1.    Badannya kenyal dan kokoh saat ditekan;
2.    Kepala cumi masih menempel erat pada tubuh (tidak menjulur keluar);
3.    Badan dilapisi selaput lendir jernih;
4.    Mengeluarkan bau khas dan bukan bau busuk;
5.    Warna daging cumi yang ukurannya kecil keunguan dan memiliki bintik – bintik hitam;
6.    Warna daging cumi yag ukurannya besar putih dan memiliki sedikit bintik hitam.              Ciri-ciri Kepiting/Rajungan Segar
1.    Kepiting umumnya dijual dalam keadaan hidup karena itu biasanya diikat;
2.    Rajungan dijual dalam keadaan sudah mati;
3.    Jari kepiting/rajungan masih lengkap termasuk capitnya;
4.    Tekan dengan jari pada bagian belakang bila terasa keras berarti kepiting/rajungan itu gemuk dan  sehat.
5.    Baunya khas dan tidak bau busuk


      GIZI IKAN DAN MANFAATNYA BAGI TUBUH
Gizi adalah elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh diantaranya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Gizi yang seimbang dibutuhkan oleh tubuh, terutama pada anak – anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Dimasa tumbuh kembang anak yang berlangsung secara cepat, khususnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau periode emas anak dibutuhkan makanan dengan kualitas dan kuantitas yang tepat dan seimbang. Ikan sebagai sumber pangan yang kaya akan gizi memiliki elemen – elemen yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia sejak 1000 HPK hingga tua.
Ada pun kandungan gizi ikan secara umum diantaranya:
Omega – 3
Kandungan docosahexanoic acid (DHA) dan eicosapentaenoic acid (EPA) sangat baik untuk perkembangan sel – sel otak yang berguna bagi kecerdasan dan mata untuk mempertajam penglihatan.
Protein
Zat pembangun, setara dengan daging, lebih mudah dicerna, mendekati asam amino dalam tubuh manusia mengandung asam amino paling lengkap terutama lysine dan threonine.
Vitamin
Vit.A: antioksidan, mata sehat; Vit.D: metabolisme kalsium, pertumbuhan tulang; Vit.B6: metabolisme asam amino dan lemak, mencegah anemia & kerusakan syaraf; Vit.B12: pembentukan sel darah merah, metabolisme lemak, melindungi jantung.
Mineral
Zat besi: pembentukan sel darah merah; Yodium: kesehatan thyroid, cegah gondok; Selenium: antioksidan; Seng: membantu kerja enzim dan hormon; Fluor: kesehatan gigi
Bio-Active
Komposisi nutrisi yang sangat baik untuk menguatkan vitalitas tubuh.
Asam Lemak Tak Jenuh
Mengandung High Density Lipoprotein (HDL)/kolesterol yang baik yang dapat mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah/athero schlerosis
Selain hal di atas, berdasarkan literatur dari berbagai sumber telah diketahui manfaat ikan yang lain adalah:
1.    Makan ikan dapat memperkuat tulang dan kuku;
2.    Mengurangi resiko kelahiran prematur pada bayi;
3.    Mengurangi resiko asma pada anak;
4.    Mengurangi resiko kanker ginjal;
5.    Mengurangi diabetes pada anak;
6.    Mengurangi resiko penyakit kronis;
7.    Mengurangi kesehatan mental pada anak;
8.    Minyak ikan mencegah penyakit kanker kulit, dll.

Berdasarkan data statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan, tingkat konsumsi ikan nasional dalam kurun 2007 – 2012 mengalami trend kenaikan setiap tahun. Pada tahun 2009 tingkat konsumsi ikan rata-rata adalah 29,08 Kg/Kap/Th sedangkan pada tahun 2012 sudah mencapai 33,89 Kg/Kap/Tahun. Semoga dengan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) dengan strategi kemitraan dapat meningkatkan konsumsi ikan nasional pada tahun-tahun mendatang.

(Direktorat Bina Gizi )  By : http://www.gizikia.depkes.go.id

Pendakian luar pulau pertama ku “ Latimojong nan eksotik

|| || ,,,,,,,,,,,, || Leave a komentar

Mendaki gunung merupakan olahraga yang keras,membutuhkan kekuatan fisik yang ekstra bagi pemula seperti saya, dan juga penuh tantangan yang berbahaya namun pada hakekatnya tantangan dan bahaya tersebut adalah untuk menguji kemampuan diri agar bisa menyatu dengan alam.
Gunung latimojong merupakan daratan tertinggi  di Sulawesi Selatan Rantemario itu nama puncak tertingginya dengan ketinggian 3.478 mdpl. Gunungan latimojong berada di kabupaten Enrekang, Palopo, dan Tana Toraja. Namun bila menuju ke puncak Rante Mario jalur yang sering digunakan  melalui Kab. Enrekang.
Ini merupakan pendakian kedua saya sebagai pemula setelah mendaki gunung merapai besama temen2 anggota muda malimpa sebelumnya. Perjalanan ini menjadi suatu petualangan dan pengalaman yang tak akan terlupakan dalam hidup saya.
Tanggal 8 Februari 2013 tepatnya pas pertama liburan,Aku bersama 2 orang seniorku mas Akbar dan mas Catok berangkat dari kampus pukul 09.45 ke stasiun purwosari,karena kereta ke Surabaya brangkat pukul 10.00 wib dengan harga tiket Rp. 45.000 saat itu. Didalam kereta pun kita beli pecel karena belum sempat makan pagi sebelumberangkat(kasian banget yaaaa..??) selang waktu 5 jam akhirnya kita sampai di stasiun Surabaya, tanpa menunggu lama kita lagsung menuju ke pelabuhan Surabaya naik bis dengan ongkos Rp. 4000, kira-kira 45 menit kita sampai di pelabuhan Surabaya karena di tiket kapalnya berangkat pukul 20.00wib kita makan soto dan sholat dulu. O iya harga tiket kapalnya nya Rp.250.000 KMP Gunung Dempo,  Pukul 20.00 wib kita sudah berada dikapal, dikapal kita memutuskan tidak nyewa kamar untuk istirahat,kita tidur di dek kapal (“hemat beb” dikapal kan mahal !!). Pukul 22.00 wib kapal mulai berlabuh kita pun stay di lantai 2 untuk istirahat.Disini kita masak nasi goreng untuk makan malam, karena perut sudah sangat lapar dan sebelum tidur kita seru-seruan maen kartu dulu. Karena kelelahan akhirnya kamipun tidur,  kira-kira 1 jam kemudian Mas Catok bangun dan tersadar kalau daypack yang ada disampingnya hilang, menyedihkan sekali padahal isinya barang MALIMPA semua ada kompas,webing,carabiner singkat cerita  setelah mencari sampai  keliling kapal akhirnya mas akbar dan mas catok menemukan ditempat sampah pukul 4 sore,itupun yang ketemu cuma isinya saja, daypacknya dibawa pencuri itu. Sehari semalam berada dikapal ditambah dengan kejadian seperti itu akhirnya kita sampai di pelabuhan makassar pukul 23.00 dini hari tanggal 9 Februari 2013,Ekspedisi KL Gunung Dempo pun berakhir. (hehehe) J
Di pelabuhan kita dijemput sama anak MAPALA Unismuh Makassar, dan istirahat di sekretariat mereka,sesampai disekret mereka kita disambut dengan ramah inilah yang paling saya suka, walaupun belum kenal namun menunjukkan suasana kekeluargaan yang tinggi. Disini kita juga menyempatkan latihan fisik bareng anak UNISMUH setiap sore kita stretching di lingkungan kampus UNISMUH,tgl 11  Februari  2013 dini hari kita brangkat ke Baraka kerumahnya kak Laron, jarak dari kota Makassar ke Baraka kira-kira 8jam dengan modal Rp.45.000menggunakan mobil panther, disepanjang jalan kita disuguhi pemandangan bukit karst  yang Asri. Sampai di rumah kak Laron kita disambut dengan ramah oleh keluarga kak Laron,  selagi melepas penat dan ngobrol sama keluarga kak Laron,Mas Catok dapat kabar dia lulus Ekspedisi NKRI koridor Sulawesi dan harus kembali ke Solo untuk mengurus kelanjutannya. Aku dan mas Akbar tidak tau harus sedih apa senang dengar kabar tersebut, yang pasti kita senang mas catok dapat kesempatan itu,karena tidak semua pendaftar bisa dapat, dilain sisi kita sedih karena dia tidak dapat menemani kita sampai puncak, padahal yang paling bisa dipercaya bisa menjaga kita cuma mas catok,karena dia paling senior diantara kita, tapi ini tidak menyurutkan niat kita berdua untuk tetap muncak, kita tidak mau berlarut-larut dalam suasana seperti ini, akhirnya sore-sore kita diajak Kak Laron ke pegunungan di belakang rumahnya Kak Laron bersama Kak Macan dan Kak Bajing yang juga anak MAPALA UNISMUH lainnya yang rumahnya disini, disini kita seru-seruan foto-foto, kembali kerumah kak laron magrib, dan makan malam bersama, setelah makan malam kita istirahat untuk perjalanan  besok pagi.
Tgl 12 februari 2013,bangun pagi aku bersama Kak Bajing dan Kak Laron yang bakal nemenin kita mendaki nanti, pergi ke pasar beli sayuran dan ikan tambahan  bekal kita selama 4 hari muncak. Selasai packing kita pun siap berangkat ke Karangan dengan menggunakan truk angkutan  dengan ongkos Rp. 20.000 per kepala, perlu di perhatikan transportasi ini adanya bila ada hari Pasar saja, biasanya hari senin dan kamis, yaitu dimana biasanya penduduk kaki gunung turun untuk menjual hasil panennya dan membeli segala kebutuhan mereka. Desa Karangan mrerupakan desa terakhir di pegunungan ini, dan jalur yang kita lewati sangat becek, sekali-kali kita harus turun dan jalan kaki karena memang jalan yang di lalui tidak semulus jalan tol.Disepanjang perjalanan terbentang pemandangan yang indah. Karena jalan sangat becek akhirnya truk tersebut hanya bisa sampai dusun rantelemo,,sebelumya kita sudah jalan dari dusun angin-angin,hanya cerier yang dibawa truk tersebut. Sesampai dirantelemo kita harus melanjutkan pejalanan kurang lebih 2,5 jam untuk sampai ke  Karangan yaitu dusun terakhir di pegunungan latimojong disini kita istirahat di basecampnya MAPALA UNISMUH,basecamp tersebut dirumah salah satu penduduk desa ini yang biasa di panggil “ambe” sama mereka,kami pun ber istirahat semalam di rumah ambe, dari desa inilah perjalanan menuju pujak latimojong dimulai.
Tgl 13 februari 2013,setelah sarapan pagi kita berangkat dari rumah ambe menuju pos 1, sebelum berangkat terlebih dahulu kita berdoa untuk keselamatan. Perjalanan menuju pos 1 akan melewati perkebunan kopi penduduk, dan menyebrangi sungai kecil. Disini kita melihat penggundulan hutan besar-besaran dn berganti menjadi ladang penduduk. Mendekati pos 1 kami disambut oleh tanjakan terjal dengan kemiringan ± 80°. Setelah berjalan ± 90 menit dari rumah ambe akhirnya kami sampai di pos 1 yang dikenal dengan nama Buntu Kaciling. Dari sini pemandangan sangat indah. Pos 1 ini sendiri berada pada ketinggian 1600 mdpl yang berupa areal terbuka. Setelah berfoto- foto kami kemudian melanjutkan perjalanan ke pos 2.
Jalur menuju pos 2 di tempuh melewati hutan yang cukup rimbun. Jalur yang di lalui cukup seram kaerna mlipir di pinnggir-pinggir jurang dan cenderung menurun, karena pos 2 berada di lembah,dan barada di seberang sungai berupa batu besar yang menyerupai goa. Untuk bisa sampai ke pos 2 kita harus menyebrangi sungai cukup deras, wow airnya dingin banget, disini kita istirahat minum kopi dulu, disini kita ketemu dengan pendaki lain dari makassar 10 orang. Waktu yang di perlukan sampai ke pos 2 kira 60 menit.
perjalanan ke pos 3. Menuju pos 3 kami disambut dengan tanjakan terjal dengan kemiringan ± 70-80°.Jalur ini merupakan jalur terberat dari pendakian ke puncak Rantemario.Setelah beberapasaat kamipun sampai di pos 3 yang juga bernama Lantang Nase.Pos 3 ini sendiri berupa areal datar berukuran 5 m2 yang tidak memiliki sumber air dan berada pada ketinggian 1940 Mdpl.
Selepas pos 3  jalurmasih menanjak dan melwati hutan yang cukup lembab. Kemiringan 50-60 derajat dan jalurlandaisesekali menghiasi posini.Setelah beberapa saat kami pun sampai di pos 4 yangberupa areal teduh ditumbuhi pohon-pohon yang rimbun.Posini juga biasa disebut Buntu Lebu.
Menuju pos 5 kondisi jalur tidak banyak berubah, tanjakan dan tanjakan terjal masih mendominasi jalur ini.Perjalanan menujupos 5 semakin menantang dengan jalur yang sedikit licin karena ditumbuhi lumut. Setelah beberapa saat akhirnya kami tiba di pos 5 yang ditandai dengan areal yang luas dan dikelilingi pohon-pohon dan berada pada ketinggian ± 2800 Mdpl.disini kita putusin untuk nge camp karena sudah sore,kita tidak mau melanjutkan perjalanan malam. Disini terdapat sumber air ke sungai yang berjarak ± 150 m turun ke lembah sebelah kiri, selesai mendirikan tenda mas akbar dan kak bajing pun ambil air. Sementara kak macan masak untuk kita makan malam.selesai makan malam kita pun istirahat tidur.Sepanjang perjalanan dari pos 2 kita kehujanan terus.
Bangun pagi kita masak dan sarapan untuk menjaga stamina.Selesai sarapan kita melanjutkan perjalanan ke pos 6 Hawa dingin pegunungan latimojong mulai menusuk pada rangkaian perjalanan menuju pos 6.Jalur menuju pos ini didomonasi oleh tanjakan dengan kemiringan antara 50-60 derajat.Setelah beberapa saat akhirnya kami sampai di pos 6.Sambil menunggu temandari belakang kami menikmati sebungkus mie instan mentah.
Kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 7. Selepas pos 6  vegetasi tumbuhan mulai berubah. Pepohonan Sub Alpin yang kerdil mulai mendominasi jalur ini.Jalur menuju pos 7 berupa tanjakan melewati beberapa bukit kecil dengan sesekali jalur landai yang menghiasi rute ini.Pada lintasan ini kami disuguhi pemandangan yang sangat menakjubkan.Sambil sesekali menjepretkan kamera kami terus berjalan menuju pos 7. Beberapa saat kemudian kami pun sampai di pos 7 yang juga dikenal dengan nama Kolong Buntu. Pos 7 ini berupa area tebuka yang berada pada ketinggian 3100 mdpl. Di pos ini terdapat sumber air dari aliran sebuah sungai kecil yang teletak 10 meter dari pos ini

Dari Pos 7 ke  Puncak sekitar 45 menit dengan medan mendaki namun agak landai. . Ke  arah kiri menuju puncak Rantemario, ke ujung kanan 30° menuju  Puncak Nenemori 3397 Mdpl, ke kanan 60° menuju kota Palopo dan arah jalur dari pos 7.Di musim hujan area lapangan ini tergenang air menyerupai telaga, sehingga kalangan pendaki sering menyebutnya danau-danau. Di sepanjang perjalan cuaca sangat buruk, hujan shingga cuaca sangat dingin setelah beberapa saat kami pun sampai di atap Sulawesi tersebut luapan kegembiraan langsung saya ekspresikan dengan memeluk Triangulasi yang tingginya 150 cm. Di atas sebuah batu besar. Puncak Rantemario berupa area luas yang terbuka .Pada saat itu puncak  tertutup kabut sehingga tidak ada pemandaangan yang terlihat dari puncak hujan deres,sembari menunggu hujan reda kita bikin kopi.  Setelah berfoto-foto kami kembali turun karena cuaca sangat dingin meskipun pada saat itu siang hari. Dan berhenti di pos 7 nunggu hujan reda, sore-sore kita nyampe pos 5 lgi dan kita mutusin untuk ngecamp 1 malam lagi.dan melanjtkan perjalan besok pagi untuk turun,
Tgl 15 febrari 2013 Bangun pagi kita langsung sarapan dan packing untuk kembali ke desa Karangan,,pukul 08.00 start dari post 5,diperjalanan tiba-tiba kakiku sakit tidak bisa jalan mirris banget aq hrus ngesot melewati kebun penduduk dari pos 1 sampe ke rumah ambe’,kira-kira pukul 14.00 kita nyampe di rumh ambe,,karena takut ketinggalan mobil kita langsung aja kerantelemo nunggu mobil.tpi aq sendiri ngojek sama ambe sampe rante lemo dengan harga Rp.40.000, sembari menunggu mobil kita jajan dan cerita-cerita dengan  penduduk setempat, katanya hari ini tidak ada mobil naik.haduh tidak ada harapan lagi kita harus jalan kaki ke baraka dengan langkah yang lelah kita menyusuri jalan,samapai ke desa angin-angin, tuhan itu memang maha penyayang di kejauahan terdengarr suara deru mobil hatipun kembali semngat bakal dapat tumpangan samapai ke baraka, ternyata ada anak palopo yang nyater mobil  yang mau muncak ke latimojong,kira-kira magrib kita sampai di baraka dan nginep dirumanya kak macan,sebelum kembali ke makassar kita di ajak jalan-jalan ke tanah toraja ke kuburan batu. Seperti biasa kita naik mobil dari baraka ke makassaar kuang lebih 8 jam. Tgl 17 februari 2013 dini hari kita sudah sampai di sekretariat MAPALA unismuh dan istirahat, mas akbar konfirmasi pada mb umi untuk mesenin tiket pesawat untuk pulang kesolo tgl 18 februari 2013 akhirnya dapat tiket pesawat city link dengan harga Rp. 350.000. alahamduliillah besok udah pulang. Dan malam terakhir saya disini tidak boleh tidur maen kartu sampai pagi. Dan yang paling menegangkan pas mau pulang nyaris aja ketinggalan pesawat,ini gara-gara sebelumnya beli oleh-oleh dulu. Dengan kondisi basah kita langsung masuk ke pesawat dingin banget.kira-kira 1 jam kita sudah nyampe di bandara surabaya dan langsung keterminal,ketemu sama mbak Umi, magrib kita sampai di terminal dan ngebis ke solo, sampai di kampus pukul 12 malam.

Wina winata
NIA 13.30.007 MPA

Potensi Kawasan Karst

|| || ,,,,,,, || Leave a komentar
Dewasa ini permasalahan kerusakan lingkungan cukup santer dan menjadi pembicaraan dalam keseharian masyarakat salah satunnya tentang kerusakan kawasan karst. Pada kesempatan ini saya coba mengulas tentang penanggulangan serta pemanfaatan kawasan karst di sekitar kita.

Mungkin beberapa dari kita masih kurang tahu dengan apa yang dimaksud dengan karst serta kawasan karst tersebut, menurut diktat Hikespi Kawasan karst - ialah suatu bentangalam yang menampakkan karakteristik relief dan drainase yang khas, terutama disebabkan oleh derajat pelarutan batu-batuannya di dalam air, yang lebih tinggi dari kawasan lain   atau dengan kata lain Karst ialah suatu bentang alam formasi batuan karbonat (CaCO3, MgCO3 atau campuran keduanya) yang telah mengalami proses pelarutan. Batuan karbonat terlarut oleh asam karbonat (H2CO3) yang terbentuk akibat interaksi air hujan dengan  CO2 atmosferik maupun oleh CO2 biogenik, yang berasal dari sisa tanaman yang membusuk (humus) diatas permukaan tanah.

Setelah kita tahu pengertian tentang karst selanjutnya coba kita ulas tentang apa saja manfaat serta potensi kawasan karst tersebut, biasanya bila dengar kata karst pikiran kita langsung terbayang daerah yang gersang dan tandus tapi perlu kita tahu bahwa daerah karst memiliki manfaat yang cukup besar contohnya menyimpan air yang melimpah di bawah batuan karst hal ini dapat kita lihat sebagian besar yang terdapat pada kawasan karst  memiliki sungai bawah tanah, genangan air dalam goa  (sifon) entah dalam jumlah besar atau kecil dari situ kita bisa asumsikan bahwa daerah kasrt merupakan salah satu cadangan atau tampungan air di kawasan sekitarnya selain itu “kawasan karst juga mampu menyerap carbon dioksida (CO2) yang ada di atmosfir”  pernyataan ini dikemukakan oleh Dr. Eko Haryono Dosen  Fakultas Geografi UGM dalam presentasi yang disampaikannya dalam acara SKE (saincetifik karst ekploration ke-2 ) yang dilaksanakan MAPALA LAWALATA IPB September 2013 lalu contohnya kawasan karst jawa mampu menyerap carbon sebanyak 291.110,7 ton carbon/tahun setara dengan 1,16 juta ton CO2 / tahun dari data itu bukankah cukup fantastis. Tak hanya itu kita dapat mengetahui iklim dari beberapa ratus tahun yang lalu dengan menggunakan speleotem yang terdapat didalam goa. Selain manfaat itu kawasan karst juga memiliki beberapa potensi yaitu potensi wisata bentang alam dan keindahannya selain itu juga potensi sebagai bahan baku semen dan gamping.

Dalam pengembangan dan pemanfaatan kawasan karst kita harus mengacu pada azas manfaat dan lestari. Pemanfaatannya harus sesuai dengan daya dukung dari kawasan tersebut sehingga dapat tercapai keberlanjutan dalam pemanfaatannya. Pengembangan kawasan karst tidak terlepas dari pertimbangan – pertimbangan missal potensi, hukum serta peraturan-peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Tidak hanya itu pengembangan kawasan karst harus mempertimbangkan keberadaan manusia dan kegiatan mereka pada wilayah tersebut,  Sesuai dengan bahasan sebelumnya Pemanfaatan daerah karst harus mempertimbang beberapa aspek yaitu pertanian, periwisata, daerah pemukiman, serta pemanfaatan sumber air . pertanian didaerah karst biasanya terdapat peda daerah – daerah depresi atau doline dan polje dikarenakan daerah – daeah tersebut yang biasanya terakumulasi tanah sehingga dapat di manfaatkan sebagai lahan pertanian selain doline dan polje ada juga yang menggunakan lereng-lereng perbukitan. Pariwisata pada daerah karst memanfaatkan adanya goa, dikarenakan daerah karst  biasanya di pesisir pantai maka pemanfaatan kawasan tersebut tidak jauh dari itu. Pemukinan merupakan faktor yang sangat penting oleh kerena itu pemukiman dikawasan karst harus ditata dan di atur agar kawasan – kawasan yang harus dilindungi dapat terjaga dan lestari. Pemanfaatan sumber air pada dasarnya semua makhluk hidup pasti butuh air oleh sebab itu air sangat penting dan menjadi kebutuhan utama. Pada masyarakat  kawasan karst sumber air mereka adalah air  bawah tanah dan telaga oleh karena itu  keberadaannya harus terjaga  dan dilindungi. Salah satu pengembangan daerah karst adalah pertambangan akan tetapi dalam pengambilan keputusan serta kebijakan harus tetap mengikuti dengan acuan yang telah di jelaskan diatas “yaitu azas manfaat dan lestari” serta kita harus lebih melihat permasalah – permasalahan yang akan timbul ketika  keputusan tersebut berjalan.

MAPALA Jangan Kalah Sama Federasi

|| || ,,,,,,, || Leave a komentar
     Bila kita perhatikan beberapa kompetisi kegiatan alam bebas terutama cabang panjat tebing yang sebetulnya panjat dinding seperti kejurnas, lomba-lomba yang diadakan oleh mapala bahkan PON (Pekan Olahraga Nasional) didominasi oleh club-club panjat tebing ataupun delegasi dari daerah yang dinaungi oleh FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia). Para pelaku (atlet) olah raga panjat tebing ini didominasi oleh orang-orang yang berlatar belakang club panjat tebing atau binaan dari FPTI. Lalu bagaimana prestasi para mahasiswa pecinta alam (mapala) dalam kompetisi panjat tebing akhir-akhir ini?

Pemasyarakat Panjat Tebing
     Kita tahu betul sebelumnya olah raga alam bebas ini begitu kental dengan identitas mapala, kalau ditanya apa itu mapala?mungkin sebagian masyarakat menjawab orang-orang yang kerjaanya mendaki gunung, naik tebing, arung jeram dan banyak kegiatan lagi. Memang kegiatan panjat tebing ini lebih dulu dipopulerkan oleh mapala setelah mapala mengadopsi dari kalangan militer melalaui berbagai cara antara lain kegiatan ekspedisi, mengadakan lomba-lomba dengan iming-iming hadiah yang bervariasi atau dengan cara-cara lain. Melalui metode-metode memasyarakatkan panjat tebing mungkin di harapkan pada saat itu bisa lebih mempublikasikan mapala di kalangan masyarakat, sehingga nantinya semakin banyak yang berminat masuk mapala.
     Tapi lambat laun dengan sering diadakanya kompetisi-kompetisi panjat dinding membuat olah raga ini bisa dinikmati oleh siapa saja bukan hanya bisa dilakukan oleh mapala semata, tapi masyarakat umum bisa melakukanya dengan akses yang sangat mudah. Bahkan kita bisa melihat di beberapa kompetisi panjat tebing dilombakan kategori umur yang diikuti oleh anak-anak yang mempunyai kemampuan dalam olah raga ini.
     Pemasyarakat panjat tebing memang bukan mapala semata, justru orang-orang yang terlibat dalam olah raga inilah entah itu dari mapala atau bukan, yang berperan besar mengantarkan panjat tebing menjadi sebuah olah raga yang familiar bagi masyarakat awam. Bagaimana mereka (para pelaku olahraga panjat tebing) menyampaikan pesan bahwa panjat tebing bukan cuma milik salah satu komunitas tertentu dan semua bisa mencobanya karena memang panjat tebing tidak terkultuskan pada satu komunitas tertentu.

Foto: solopos.com

Dibentuk Federasi
     Melihat animo masyarakat serta pemasyarakatan olah raga panjat tebing ini semakin hari semakin besar pengakuan dari pemerintah pun terwujud, hingga akhirnya masuk ke dalam salah satu cabang olah raga yang dilombakan secara nasional. Dengan adanya cabang olah raga panjat tebing di PON, kesempatan memasyarakatkan panjat tebing sebagai olah raga yang aman mengakibatkan semakin bermunculan berbagai club panjat tebing dengan main stream kompetisi. Hal ini membawa dampak positif dan negatif bagi mapala sendiri, secara positif kesan kegiatan serta keberadaan mapala semakin diterima di masyarakat, sedangkan sisi negatifnya olah raga ini terkesan hanya berorientasi kompetisi tanpa melihat nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga ini dan semakin menipisnya sisi prestisius sebuah mapala.
     Untuk mengakomodir animo masyarakat serta menstrukturkan panjat tebing menjadi sebuah cabang olah raga, dibentuklah FPTI sebagai wadah pembinaan atlet panjat tebing di Indonesia. Dengan segala metode pelatihan dan pembinaan bermunculan atlit-atlit binaan FPTI yang bukan saja berasal dari mapala tapi masyarakat awam yang ingin meraih prestasi. Sehingga jangan kaget ketika melihat sebuah kompetisi panjat tebing, peserta lebih dominasi oleh atlit FPTI dan club panjat tebing.
Berawal dari mapala
     Bila kita runut kebelakang lagi, panjat tebing memang lebih identik dengan mapala, karena mapala mempunyai kelengkapan sarana dan prasana karena kegiatan mapala bersentuhan langsung dengan kegiatan semacam itu. Bahkan bisa dikatakan sebagaian besar jajaran pengurus aktif FPTI datang dari mapala dan atlet yang dimiliki oleh FPTI juga banyak yang berbasic mapala. Hanya saja akhir-akhir ini prestasi mapala di bidang kompetisi ini mulai pudar, kalah oleh keberadaan nama FPTI ataupun club panjat tebing yang berorientasi pada kompetisi.
     Memang prestasi-prestasi yang diraih oleh para atlet di bidang panjat tebing ini tidak bisa dilepaskan dari FPTI karena memang struktur FPTI yang dibuat sedemikian rupa sampai pengcab per kabupaten yang tidak memungkinkan membawa bendera mapala ditiap kompetisi tapi mengharuskan membawa nama daerah FPTI masing-masing. Tapi sebetulnya atlet yang di bina oleh FPTI ada juga yang berasal dari mapala ataupun binaan dari mapala, karena mapala mempunyai peralatan pendukung olah raga ini.

Perbedaan yang Mencolok
     Menjawab pertanyaan diatas ada beberapa sebab mengapa prestasi mapala dalam kompetisi panjat tebing semakin tenggelam. Pertama banyaknya kebutuhan organisasi internal mapala dan fokus mapala bukan hanya pada satu hal kompetisi panjat tebing. Hal ini menyebabkan keintensifan waktu berlatih dalam panjat tebing tidak sebanyak yang dilakukan oleh club panjat tebing ataupun FPTI yang memang terfokuskan pada prestasi kompetisi panjat tebing. Sehingga jangan kaget apabila melihat prestasi teman-teman mapala di ajang kompetisi panjat tebing semakin pudar. Kedua dukungan dana dan birokrasi yang terkadang dalam tubuh mapala yang terlalu kaku, sehingga berdampak pada intensitas berlatih dan berkompetisi dalam tiap kompetisi yang ada. Birokrasi juga bisa dalam hal nama instansi yang dibawa, semisal dalam pekan olah raga propinsi yang tidak memungkinkan membawa nama mapala tetapi membawa nama daerah. Dukungan dana juga menjadi kendala yang berarti, kita ketahui bersama dana yang dimiliki oleh organisasi mapala terkadang tidak memungkinkan untuk aktif mengikuti tiap kompetisi. Dari dua hal ini memang terlepas dari keinginan dan kesungguhan hati para pelaku panjat tebing dari mapala, tapi mungkin benar apabila ada asumsi ”kalau ingin menjadi bintang jangan masuk mapala” jadilah penggiat alam bebas dengan jaringan yang luas.

Bulletin Malimpa 2007

|| || ,, || 3 komentar
Oleh :
Dian Widyaningrum ( pimred thn. 2007)

Assalamualaikum wr. wb

Malam pada saat pelaksanaan reorganisasi bulletin saya ikut didalamnya karena saya masih menjabat sebagai divisi humas yang bertanggung jawab akan penerbitan bulletin malimpa, dan akhirnya terpilihlah saya sebagai pimpinan redaksi menggantikan pimpinan redaksi sebelumnya yaitu moh. Ilham. “ bismillah…semoga sayabisa melaksanakan amanah ini “, saya berdoa dalam hati.
Bulletin malimpa sudah sampai pada edisi ke 11 pada saat tampuk pimp[inan bulletin beralih ke tangan saya. Meskipun pada awalnya, penerbitan bulletin malimpa per 4 bulan sekali tapi pada kenyataannya menjadi dua kali pertahun karena kendala dana dan juga dalam kinerja tim bulletin itu sendiri, jadi tiap tim bulletin minimal harus menerbitkan dua edisi bulletin.

Pada awal saya menjadi pimpinan redaksi bulletin malimpa hal pertama yang saya lakukan adalah membentuk tim yang secara solid dapat bekerja bersama untuk penerbitan bulletin malimpa, akhirnya terbentuk nama-nama yang akanmembantu saya dalam pelaksanaan amanah ini. Meskipun awalnya saya agak canggung karena tim yang saya bentuk banyak yang lebih tua dari saya tapi saya optimis bisa melaksanakan tugas ini atas nama profesionalisme. Setelah melalui beberapa pertemuan yang membahas langkah kerja tim akhirnya terbagi job description masing- masing untuk penerbitan bulletin 12. Beberapa proses terlewati sampai akhirnya pada tahap editing. Setelah melalui rapat timterpilihlah fluktuasi mapala sebagai tema bulletin ini. Kami memilih tema ini karena menurut kami sesuai dengan kondisi sekarang karena semakin menurunnya minat mahasiswa untuk ikut bergabung dengan mapala. Alhamdulillah buleytin malimpa edisi 12 te;ah terbit. Belum lega hati kami karena masih ada PR bulletin selanjutnya yang harus diselesaikan. Kami langsung melakukan pertemuan untuk evaluasi bulletin 12 dan membahas rencana bulletin 13. Ada beberapa evaluasi yang di dapat dan ini akan kami gunakan untuk acuan penerbitan bulletin edisi ke 13. Memang benar setelah melalui beberapa tahapan, penerbitan bulletin 13 lebih cepat sari sebelumnya karenakinerja maksinal dari tim dan kami mengambil “ bencana “ sebagai tema karena banyaknya bencana yang sedabng terjadi di Indonesia sekarang ini. Ah…sedikit lega karena bulletin 13 sesuai dengan yang kami harapkan.
Seperti sebelumnya saya mengadakan pertemuan sebelum melangkah ke bulletin edisi selanjutnya yaitu edisi 14. Beberapa rencana dan tema sudah kami dapatkan akhirnya terpilihlah “ global Warming” sebagai tema bulletin kali ini. Memang sangat terkesan sangat padat kerja kami karena kami tidak mau meninggalkan “ dosa “ kepadatim bulletin selanjutnya dengan membiarkan bulletin terbengkalai tak terurus. Edisi 14 kali ini agak sedikit berat menurut saya karena hanya beberapa personel dari tim saja yang bekerja dengan maksimal karena ada beberapa personel yang sudah lulus dan bekerja sehingga tidak bisa maksimal lagi intens di bulletin. Dengan tekad yang kuat, akhirnya beberapa orang yang masih tersisa berusaha menyelesaikan bulletin ini meskipun dengan terseok-seok. Dan Alhamdulillah bulletin edisi 14 akhirnya terbit juga dan dengan kualitas isi yang menurut kami tidak kalah dengan edisi sebelumnya.

Hanya ini yang dapat saya ceritakan selama saya menjadi pimpinan redaksi bulletin malimpa edisi 12,13 dan 14. Sangat tidak mudah menurut saya karena bulletin malimpa sudah dikenal kalangan mapala se Indonesia jadi saya harus mempertahankannya. Semoga bulletin malimpa tetap eksis Dan tetap menjadi media informasi dan pengetahuan pecinta alam sesuai dengan slogannya, amiin.

Wassalamualaikum wr. wb