Tampilkan postingan dengan label ekspedisi malimpa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekspedisi malimpa. Tampilkan semua postingan

PENDAKIAN CARSTENSZ PYRAMID

|| || ,,,,,,,, || Leave a komentar

PENDAKIAN CARSTENSZ PYRAMID

Ekspedisi dimulai dari tanggal 25 April 2011. Tim yang tergabung dari beberapa Mahasiswa Pencinta Alam  di Indonesia dan beberapa anggota BRIMOB SAT PELOPOR DETASEMEN C mulai melakukan perjalanan dari Mil 68 ke  Zebra Wall (3.500 mdpl), nama Zebra ini datang dari motif yang unik seperti kulit Zebra pada dinding batu. Motif ini tentu saja diciptakan ribuan tahun yang lalu.
           

{ Zebra wall }
Dari titik ini lalu menuju Base Camp dengan berjalan perlahan di tengah-tengah lembah di sekitarnya dinding berbatu-batu. Perjalanan cukup sulit dengan lumpur dan batu tajam sepanjang jalan. Sebelum memasuki Base Camp Area,  akan melewati 3 danau, yang biasa disebut danau 1, danau 2 dan danau 3. Danau ini adalah berasal dari hujan dan Glazer. Tentu perjalanan di sini akan lebih sulit.
Setelah tim berhasil melewati “Pintu Angin”; yang merupakan pintu gerbang untuk memasuki Base Camp Area. Angin bertiup sangat kuat di sini dan di sini langkah Anda perlu sedikit lebih cepat. Setelah itu pendaki melewati daerah datar dengan banyak danau kecil, setelah beberapa saat kemudian team  tiba di Base Camp “Lembah Danau-Danau” (4.200 mdpl).
 Dari base camp ini  kita dapat melihat Carstenz Summit, Puncak Jaya  dan Carstenz Timur. Pendaki akan berhenti dan istirahat di sini. Hari berikutnya baru melakukukan penyesuaian (aklimatisasi) dengan melakukan pendakian ke puncak Carstensz Timur.

  Kemudian kembali ke base camp dan mempersiapkan diri untuk summit attack pagi harinya. Perjalanan ke Puncak Carstensz Pyramid dimulai pada pukul 03.00 WIT. Berjalan dari base camp menuju tali pertama kemudian menaiki tebing de lembah kuning, setelah melalui pendakian yang berat dan melelahkan dengan melakukan teknik jumaring dan beberapa teknik pendakian, akhirnya tim sampai di  puncak pada pukul 12.00 WIT. Setelah melakukan pemotretan dan pendokumentasian, tim kembali menuju Base Camp.
{Puncak Carstensz Pyramid}

Hari berikutnya yaitu hari keempat tim melakukan persiapan dan perjalanan dari base camp Lembah Danau-Danau menuju mil 74 Zebra Wall, perjalanan ini melalu jalur yang sama dengan waktu awal pemberangkatan. Dari Lembah Danau-Danau menuju Zebra Wall mil 74 dan dilanjutkan menuju base camp mil 68 Pusat Perkantoran Freeport.
Ide ini dari Bapak Dondi Raharja dengan kelompok Brimolo datasemen C pelopor 11 Jakarta yang melibatkan beberapa MAPALA di Indonesia.
Oleh : RINANTO
NIA 11.28.001 MPA

26 Titik penelitian Geologi & Potensi bencana di Subkorwil II Minahasa

|| || ,,,,,,,,,,,,, || Leave a komentar
Ekspedisi NKRI koridor Sulawesi
Oleh : Ali Muqodas
NIA : 09.26.001 MPA

Tak pernah terbayangkan sebelumnya jika aku telah menginjakkan kaki di pulau Sulawesi. Ceritanya berawal ketika aku mendaftar sebagai peserta Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi yang diselenggarakan KOPASSUS. KOPASSUS?? Pasti yang ada dipikiran kita adalah latihan, militer, muka garang, dan baju loreng. Pasti berat jika mengikuti kegiatan para tentara elite ini. Namun yang terjadi 180⁰ dari yang yang saya pikirkan. Kegiatan yang diselenggarakan KOPASSUS ini merupakan kegiatan penjelajahan, penelitian, dan Komunikasi sosial yang melibatkan 1450 orang yang terdiri dari TNI, POLRI, Mahasiswa, dan LSM. Dari sekitar 1450 orang tadi disebar ke 9 wilayah diseluruh Sulawesi yakni kep. Sangire Talaud, Minahasa, Bone Bolango, Mamuju, Sigi, Luwu Banggai, Kolaka, Tana Toraja, dan Gowa. Kegiatan yang berlangsung selama hampir enam bulan dari februari sampai juli 2013 ini mengupas tuntas potensi-potensi yang ada di wilayah Sulawesi untuk di gali dan dikembangkan untuk mensejahterakan masyarakat Sulawesi. Berikut ini ceritaku selama di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara sebagai tim peneliti Geologi dan Potensi bencana.
Cerita ini berawal ketika Kami berdua didelegasikan oleh organisasi pecinta alam kami MALIMPA untuk mengikuti Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi, Aku dan rekanku Arif WInata (Cacing) yang juga ikut dalam ekspedisi ini berangkat ke Bandung untuk melakukan registrasi ulang karena sebelumnya kami berdua lolos dalam pemberkasan. Di Batu Jajar, Bandung kami melakukan tes wawancara dan tes kesehatan sebelum kemudian di antar ke Situ Lembang, Bandung untuk pembekalan dan pendalaman materi di sana. Masing – masing dari kami ditugaskan di tempat yang berbeda, jika Aku di Tim Geologi & Potensi bencana di Kabupaten Minahasa, lain halnya dengan temenku Arif, temenku lebih memilih masuk Tim Kehutanan alasannya karena dia ingin mempelajari dan meneliti hutan-hutan di Sulawesi, untuk itu dia ditugaskan di Kabupaten Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah karena hutan di daerah ini diyakini banyak yang masih perawan. Setelah pembekalan di Situ Lembang selesai kemudian kami diberangkatkan ke Pulau Sulawesi dengan pesawat Hercules dari Bandar udara Husein kertanegara, Bandung. Karena kegiatan ini meliputi 9 Subkorwil, maka pemberangkatan dibagi dalam 3 kloter. Kloter pertama yang diberangkatkan lebih dulu adalah Subkorwil Gowa, Tana Toraja, dan kolaka. Kemudian di hari berikutnya dari Kloter kedua yakni Sigi, Luwuk Banggai, Mamuju, sedangkan kloter ketiga kep. Sangire Talaud, Minahasa, dan Bone Bolango diberangkatkan dihari ketiganya.
Senin 11 Maret 2013 pesawat Hercules yang kami tumpangi terbang dari Bandung kemudian transit di Bandara Sepinggan, Balikpapan untuk mengisi Bahan bakar baru dilanjutkan ke Manado. Total waktu tempuh dari Bandung ke Manado sekitar 5 Jam. Setibanya di Bandara Sam Ratulangi Manado, Rasa lelah dan Bisingnya baling-baling pesawat sedikit terobati dengan disuguhkannya tarian Kabasaran yang sengaja ditampilkan untuk menyambut kedatangan kami, tarian ini adalah tarian selamat datang dari suku Minahasa bagi tamu-tamu kehormatan, para penarinya pun seluruhnya adalah laki – laki dengan kostum berwarna merah menyala. Nampak garang dengan aksesoris yang terbuat dari tulang-tulang binatang dan bulu unggas. Upacara penyambutan yang pimpin oleh Bupati Kabupaten Minahasa menandakan bahwa kedatangan kami mendapat apresiasi yang baik bagi Masyarakat Minahasa pada umumnya. . Setelah upacara rampung kami langsung menuju Poskotis di Tondano
Indonesia sebagai Negara yang mayoritas penduduknya muslim pasti terheran –heran dengan apa yang saya lihat selama peralanan ke Tondano. Di Minahasa masjid sangat jarang ditemui tidak seperti daerah lain di Indonesia, karena sebagian besar penduduk Minahasa beragama Nasrani dan Katolik, jadi pantas saja jika masjid jarang ditemui disini. Walaupun begitu, hal tersebut tidak menjadi masalah bagi kami, keberagaman suku dan budaya di Indonesia malah menjadi pemersatu bangsa ini. Karena perbedaan itu akan menjadi indah kalau kita bisa saling mengisi dan berbagi. Dan malam itu kita sampai di lokasi poskotis, cuaca dingin berselimutkan kabut tebal menambah sunyinya malam di Tondano, Kami pun langsung bergegas istirahat.
Seminggu setelah tiba di Minahasa kami menyesuaikan diri dengan lingkungan sembari menyusun rencana kegiatan selama 4 Bulan kedepan. Untunglah diminggu-minggu pertama itu kita mendapat tambahan personil yang terdiri dari Dosen, Mahasiswa, Instansi pemerintahan serta TNI dan POLRI , sehingga harapannya kita bisa saling bertukar ilmu dan melaksanakan kegiatan bersama. Jika ditotal jumlah personil di subkorwil Minahasa sebanyak 150 orang yang terbagi lagi dalam Tim Jelajah, Tim Komunikasi Sosial, dan Tim Peneliti ( Tim Kehutanan, Tim Sosial Budaya, Tim Flora Fauna, Tim Geologi & Potensi Bencana ) kemudian juga pembagian wilayah kerja antara tim satu dengan lainnya tidaklah sama. Untuk Tim Geologi & Potensi Bencana sendiri wilayah kerjanya di 26 lokasi yang akan saya ceritakan nanti ditiap -tiap edisinya.
  1. Manifestasi Geothermal di Remboken,
  2. Pendakian di Gunung Masarang
  3. Batu Obsidian di Tataaran II
  4. Penelitian di sekitar kawah Gunung Mahawu,
  5. Letusan Gunung Lokon,
  6. Abu vulkanik di Wailan,
  7. Air terjun Regesan
  8. Sumber air panas di Pinaras,
  9. Kawah sulfur Danau Linow
  10. Kawah Tua Gunung Tampusu
  11. Penanaman di Hutan Passo
  12. Air asam sungai Ranosem
  13. Kandungan belerang di Kanonang
  14. Mineral emas di Sungai Polandi,
  15. Batu karst di Kapitu
  16. Dinding andesit Kilotiga
  17. Hidrothermal di pantai Moinit
  18. Longsor di jalan trans Sulawesi Lelema
  19. Tambang pasir di Sungai Ranoiapo
  20. Taman makam pahlawan Tondano
  21. Tambang emas Tradisional Tatelu
  22. Air terjun Tunan
  23. Longsoran Dahsyat di Pangu, Minahasa Tenggara
  24. Kelok Tanggari,
  25. Potensi bencana di Eris.
  26. Banjir Rendam Toulour
Bersambung……

Time Schedule Ekspedisi Cartenz

|| || ,,,,,,, || Leave a komentar
Anggota berangkat dari Solo tgl 27 Maret 2011, berkumpul di UHAMKA Jakarta tgl 28 Maret 2011 untuk bergabung dalam TIM EKSPEDISI PEGUNUNGAN SALJU KHATULISTIWA 2011.
Berikut Time Schedule Tim Ekspedisi:
Itinerary Carstensz Pyramid Journey (tentative)




Dayactivitylocationestimed time
H-1Expedition check and meetingUHAMKA Jakarta14.00 WIB


H1
ArrivalCKG Jakarta05.00 WIB
DepartureTimika14.00 WIT
Bermalam di penginapanTimika
H2Latihan penyeragaman teknik (ascending/descending)Timika
H3Belanja logistikKuala Kencana
H4Berangkat menuju Mil 6809.00 WIT
Belanja kekurangan logistik di shoping center Mil 68Mil 68
Bermalam Mil 68
H5Menuju Mil 74after breakfast
Menyeberang ke Gunung Bijih Timur (menggunakan trem)09.00 WIT
Menuju ke Zebra Wall (menggunakan bus)
Trekking menuju lembah Danau-danau10.00 WIT
Tiba di Lembah Danau-danau 18.00 WIT
H6Aklimatisasi/istirahatLembah Danau-danau
Persiapan pendakianLembah Danau-danau
H7Menuju advance camp di Lembah Kuningafter breakfast
H8Pendakian ke Carstensz Pyramid 02.00 WIT
SummitPuncak Carstensz Pyramid14.00 WIT
Kembali ke advance campLembah Kuning21.00 WIT
H9Istirahat, kembali ke base camp Lembah Danau-danauafter breakfast
H10Pendakian ke Puncak Jaya 09.00 WIT
H11Pendakian ke Puncak Tengah09.00 WIT
H12Istirahat/packing, persiapan
Pendakian ke East Carstensz after breakfast
H16Kembali ke LDD
H17Kembali ke Timikaafter breakfast
H18Sight seeing/belanja souvenirTimika
H19ArrivalTimika08.00 WIT
DepartureCKG Jakarta19.00 WIB