Lomba Wana Lestari dan Prima Wana Mitra
Home » All posts
Lomba Wana Lestari dan Prima Wana Mitra
catok001 || || konservasi,Malimpa,Malimpa Solo,Malimpa UMS,malimpa ums solo,Mapala,Mapala PTMSI,pecinta alam,Solo,UMS,universitas muhammadiyah surakarta || Leave a komentarAkhlak terhadap Alam
catok001 || || Artikel,Malimpa,Malimpa UMS,malimpa ums solo,Mapala,UMS,universitas muhammadiyah surakarta || Leave a komentar
Akhlak terhadap Alam
Yang di maksud
dengan alam di sini adalah alam
semesta yang mengitari kehidupan manusia, yang mencakup tumbuhan, hewan, udara,
sungai, laut dan sebagainya. Kehidupan manusia memerlukan lingkungan yang
bersih, tertib, sehat, dan seimbang.
Akhlak
terhadap alam itu sendiri adalah pemanfaatkan potensi alam untuk kepentingan
hidup manusia. Namun yang harus di ingat bahwa potensi alam terbatas dan umur
manusia lebih panjang. Oleh sebab itu pelestarian dan pengembangan potensi alam
harus di upayakan sepanjang mungkin, dengan cara memanfaatkan sebaik-baiknya
potensi alam yang ada dan tidak berlebihan, agar tidak berakibat buruk bagi
alam itu sendiri. Menjaga kebersihan lingkungan dan keindahannya sangat di
anjurkan, sebab hal itu akan membawa pengaruh yang sangat besar dalam
kehidupan. Kerbesihan lingkungan yang terjaga akan membuat kesehatan lebih
terjamin sehingga hidup akan lebih bergairah.
Akhlak
yang baik terhadap alam dapat mengurangi bencana alam yang setiap saat menimpa
kehidupan manusia. Bila musim hujan tiba sering terjadi banjir dan tanah
longsor. Sedangkan pada musim kemarau seering terjadi kebakaran. Bencana ini
terjadi karna ulah manusia itu sendiri yang tidak memperhatikan keserasian
lingkungan. Oleh karna itu pentingnya kita berakhlak terhadap alam agar kita
memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan, contoh membuang sampah
pada tempatnya agar tidak terjadi banjir, menjaga kelestarian lingkungan agar
tidak terjadi kebakaran hutan.
Oleh : Kharisma
Setiawan Choiri
Kesehatan Masyarakat ( c )
J410110083
PENDAKIAN CARSTENSZ PYRAMID
catok001 || || carztens,ekspedisi malimpa,Malimpa Solo,Malimpa UMS,malimpa ums solo,Mapala,pecinta alam,UMS,universitas muhammadiyah surakarta || Leave a komentar
PENDAKIAN CARSTENSZ
PYRAMID
Ekspedisi dimulai dari tanggal 25 April 2011.
Tim yang tergabung dari beberapa Mahasiswa Pencinta Alam di Indonesia dan beberapa anggota BRIMOB SAT
PELOPOR DETASEMEN C mulai
melakukan perjalanan dari Mil 68 ke
Zebra Wall (3.500 mdpl), nama Zebra ini datang dari motif yang unik
seperti kulit Zebra pada dinding batu. Motif ini tentu saja diciptakan ribuan
tahun yang lalu.
{
Zebra wall }
Dari titik ini lalu menuju Base Camp dengan berjalan
perlahan di tengah-tengah lembah di sekitarnya dinding berbatu-batu. Perjalanan
cukup sulit dengan lumpur dan batu tajam sepanjang jalan. Sebelum memasuki Base Camp
Area, akan melewati 3 danau, yang biasa
disebut danau 1, danau 2 dan danau 3. Danau ini adalah berasal dari hujan dan
Glazer. Tentu perjalanan di sini akan lebih sulit.
Setelah tim berhasil melewati
“Pintu Angin”; yang merupakan pintu gerbang untuk memasuki Base Camp Area. Angin bertiup sangat kuat di sini
dan di sini langkah Anda perlu sedikit lebih cepat. Setelah itu pendaki
melewati daerah datar dengan banyak danau kecil, setelah beberapa saat kemudian
team tiba di Base Camp “Lembah
Danau-Danau” (4.200 mdpl).
Dari base camp ini
kita dapat melihat Carstenz Summit, Puncak Jaya dan Carstenz Timur. Pendaki akan berhenti dan
istirahat di sini. Hari berikutnya baru melakukukan penyesuaian (aklimatisasi)
dengan melakukan pendakian ke puncak Carstensz Timur.
Kemudian kembali ke base camp dan
mempersiapkan diri untuk summit attack
pagi harinya. Perjalanan ke Puncak Carstensz Pyramid dimulai pada pukul 03.00 WIT. Berjalan dari base camp menuju tali pertama kemudian menaiki tebing
de lembah kuning, setelah melalui pendakian yang berat dan melelahkan dengan
melakukan teknik jumaring dan beberapa teknik pendakian, akhirnya tim sampai
di puncak pada pukul 12.00 WIT. Setelah melakukan pemotretan dan pendokumentasian, tim kembali menuju Base Camp.
{Puncak Carstensz Pyramid}
Hari berikutnya yaitu hari
keempat tim melakukan persiapan dan perjalanan dari base camp Lembah
Danau-Danau menuju mil 74 Zebra Wall, perjalanan ini melalu jalur yang sama
dengan waktu awal pemberangkatan. Dari Lembah Danau-Danau menuju Zebra Wall mil
74 dan dilanjutkan menuju base camp mil 68 Pusat Perkantoran Freeport.
Ide ini dari Bapak
Dondi Raharja dengan kelompok Brimolo datasemen C pelopor 11 Jakarta yang
melibatkan beberapa MAPALA di Indonesia.
Oleh
: RINANTO
NIA
11.28.001 MPA
OPERASI BERSIH GUNUNG PASCA SUKOI
catok001 || || Aktifitas,Jejak Langkah,Malimpa Solo,Malimpa UMS,malimpa ums solo,Mapala PTMSI,pecinta alam,Relawan Bencana,universitas muhammadiyah surakarta || Leave a komentar
OPERASI BERSIH
GUNUNG PASCA SUKOI
Setelah terjadinya evakuasi korban sukoi, MALIMPA mendapat undangan untuk mengirimkan delegasi operasi bersih gunung dengan tema
WANADRI GO GREEN. Operasi
ini diselenggarakan oleh Wanadri dan Astra dengan melibatkan Organisasi Pecinta
Alam se Jabodetabek, Bandung dan sekitarnya.
MALIMPA sebagai
salah satu MAPALA di Jawa Tengah mengirimkan 3 (tiga) personel untuk ikut
berpartisipasi dalam kegiatan tersebut yakni Pradito Keceng, Muhammad Ucup, dan
Rinanto (Boncel).
WANADRI GO GREEN merupakan kegiatan pasca bencana yang dilaksanakan di Puncak
Gunung salak 1 di ketinggian 2210 mdpl sebagai bentuk kepedulian kita terhadap
lingkungan alam yang rusak karena insiden kecelakaan pesawat sukoi dan
banyaknya sampah yang menumpuk di puncak dan sepanjang jalur evakuasi.
Kegiatan operasi
bersih Gunung Salak jalur cimelati mulai dari pintu rimba sampai puncak salak 1
di ketinggian 2210 mdpl dilaksanakan pada tanggal 1 – 2 Juni 2012. Peserta
operasi bersih gunung salak dari MAPALA se Jakarta berangkat bersama – sama
menuju Bogor dan berkumpul di MAPALA Djuanda sekitar pukul 17.00. Kemudian dilanjutkan
briefing yang dikoordinatori oleh Dondi Rahajo sebelum merapat ke Camp induk
Operasi Bersih Gunung Salak yakni di Jalur Cimelati.
Setelah sampai di
cimelati seluruh MAPALA dan instansi terkait berkumpul untuk melakukan briefing
yang di koordinir oleh salah seorang anggota WANADRI. Team dibagi menjadi tiga,
team pertama berangkat pada fajar agar bisa tiba dipuncak lebih awal dan
bertugas untuk mengumpulkan sampah yang berada disekitar puncak maupun TKP
Sukoi. Sedangkan team yang kedua berangkat pada pukul 06.00 WIB dan bertugas
untuk membawa turun sampah yang sudah terkumpul ke tengah perjalanan jalur
pendakian gunung cimelati tepatnya di pos air. Dan team yang ketiga berangkat
pada pukul 09.00 WIB bertugas membawa sampah dari pos air ke bawah.
Kondisi gunung
salak saat itu sangat memperihatinkan, kondisi jalur pendakian yang rusak,
dengan hiasan kaleng – kaleng berserakan dan pohon – pohon besar yang tumbang,
menjadikan puncak gunung salak terang. Sehingga kegiatan operasi bersih gunung
salak pasca sukoi dilakukan meskipun sehari bisa dibilang kurang, paling tidak
satu hari sudah bisa mengurangi penumpukan sampah yang sudah mengotori puncak
gunung salak.
Oleh karena itu WANADRI GO GREEN merupakan
suatu kegiatan untuk menyelamatkan lingkungan dari kerusakan yang berlanjut.
Dari sinilah MALIMPA sebagai organisasi pecinta alam yang juga peduli dengan
konservasi ikut andil dalam kegiatan tersebut dengan bentuk kegiatan yang
dilaksanakan dilapangan yaitu:
1.Pemungutan sampah pasca bencana
2.Pemilahan sampah pelastik dan logam
3.Pembakaran sampah
4.Pengankutan sampah logam dari puncak salak 1
kebawah
Alhamdulillah
kegitan opsi bersi gunung salak telah selesai dan dari kegiatan ini kami dapat
berkumpul dengan kelompok-kelompok lain dan tentunya kami mendapatkan
pengalaman yang lain pula, maka kami ingin berpesan “Lebih Banyak Berbuat itu Lebih
Baik dari pada Sekedar Berbicara”.
Oleh : M.Yusuf Abdul Latif
DIVE COURSE PASIR PUTIH and LONGEST TRACK ARGOPURO
catok001 || || Aktifitas,Diving,Malimpa,Malimpa Solo,Malimpa UMS,malimpa ums solo,Mapala,Mapala PTMSI,UMS,universitas muhammadiyah surakarta || Leave a komentar
DIVE COURSE PASIR PUTIH 27th-29th DES “13
LONGEST TRACK ARGOPURO30th-2th JAN “14
Narasi : M. Yusuf. AL
Entah
kenapa akhir-akhir ini, saya begitu terobsesi sama yg namanya “DIVING”. Tapi tetep
masih ke gunung,rafting,climbing,caving dan kuliah heuheu. Mula-mula sejak
pertengahan tahun 2013, baca-baca artikel tentang “SCUBA DIVING”,”FREEDIVE”,lihat-lihat you tube, dan menyimak beberapa timeline akun twitter, hingga beli snorkel set,
dan sering “maen-maen” di kolam renang maupun di umbul alami “ponggok’ bisa di
bilang seminggu 2-3 sampe 4 kali,heuheu.
Yeaahhh bulan oktober kemaren snorkeling pulau-pulau karimunjawa. Dan,,, di awal Desember dapat info dari temen YEPE Malang,tgl 27-30 Des 2013 ada kuota DIVE COURSE di Pasirputih
Situbondo,dan apa yang di benakku? ”BUDAL!!”.
Persiapan
demi persiapan agar obsesi itu tercapai, selain latihan fisik, jg latihan
renang 200m, one breath 25m, water trap 15mnt,
Foto;
H1, Dive Instructuresedang memberikan kuliah “SCUBA Diving”di Balai
Konservasi Perairan Daerah Pasirputih Situbondo.
H1,
Pengantar teori di kelas,.Peserta di bekali materi pengetahuan dasar Scuba
Diving secara teori, dari pengenalan Scuba Gear dan cara
penggunaannya, hingga Safety Prosedure (diveplan) dan resiko yang bisa
terjadi.
Foto;
H2, Instructure sedang memberikan arahan salah satu teknik scuba diving,
Body Breath. Lokasi Pantai Pasirputih.
Mulai dari praktek penggunaan peralatan scuba
(scuba gear),skill dasar dibawah air seperti; mask clearing, regulator recovery,
bouyancy,Communication, hingga simulasi resiko bahaya, body breath.
Kegiatan kedua ini dilaksanakan di perairan dangkal 2-5 meter.
Foto;
H3, Saat pengibaran Scraft MALIMPA di Dive Site Pasir Putih,dari kiri; Irvan
PS. tengah; M Yusuf AL di kedalaman
kurang lebih 10m.
Pelatihan di perairan dalam. Peserta
melakukan penyelaman di perairan terbuka dengan kedalaman 5-10 meter untuk
praktek skill yang sudah diajarkan di kegiatan kedua dengan ditemani oleh
Instruktur dan Dive Master serta Team Rescue yang sudah berpengalaman.



