Time Schedule Ekspedisi Cartenz

|| || ,,,,,,, || Leave a komentar
Anggota berangkat dari Solo tgl 27 Maret 2011, berkumpul di UHAMKA Jakarta tgl 28 Maret 2011 untuk bergabung dalam TIM EKSPEDISI PEGUNUNGAN SALJU KHATULISTIWA 2011.
Berikut Time Schedule Tim Ekspedisi:
Itinerary Carstensz Pyramid Journey (tentative)




Dayactivitylocationestimed time
H-1Expedition check and meetingUHAMKA Jakarta14.00 WIB


H1
ArrivalCKG Jakarta05.00 WIB
DepartureTimika14.00 WIT
Bermalam di penginapanTimika
H2Latihan penyeragaman teknik (ascending/descending)Timika
H3Belanja logistikKuala Kencana
H4Berangkat menuju Mil 6809.00 WIT
Belanja kekurangan logistik di shoping center Mil 68Mil 68
Bermalam Mil 68
H5Menuju Mil 74after breakfast
Menyeberang ke Gunung Bijih Timur (menggunakan trem)09.00 WIT
Menuju ke Zebra Wall (menggunakan bus)
Trekking menuju lembah Danau-danau10.00 WIT
Tiba di Lembah Danau-danau 18.00 WIT
H6Aklimatisasi/istirahatLembah Danau-danau
Persiapan pendakianLembah Danau-danau
H7Menuju advance camp di Lembah Kuningafter breakfast
H8Pendakian ke Carstensz Pyramid 02.00 WIT
SummitPuncak Carstensz Pyramid14.00 WIT
Kembali ke advance campLembah Kuning21.00 WIT
H9Istirahat, kembali ke base camp Lembah Danau-danauafter breakfast
H10Pendakian ke Puncak Jaya 09.00 WIT
H11Pendakian ke Puncak Tengah09.00 WIT
H12Istirahat/packing, persiapan
Pendakian ke East Carstensz after breakfast
H16Kembali ke LDD
H17Kembali ke Timikaafter breakfast
H18Sight seeing/belanja souvenirTimika
H19ArrivalTimika08.00 WIT
DepartureCKG Jakarta19.00 WIB

Rafting Malimpa dan UMY

|| || ,,,,, || 3 komentar
Kebersamaan senantiasa memberikan makna tersendiri. Rafting gabungan antara MAPALA UMY (Univ. Muhammadiya Jogyakarta) dan MALIMPA (Univ. Muhammadiyah Surakarta).

Lomba Panjat Dinding Nasional (LPDN) IV - MALIMPA

|| || ,,,,,,,,, || Leave a komentar
LPDN IV 
(Lomba Panjat Dinding Nasional IV)
Non Atlet PON 2008 KALTIM

Download  : Poster LPDN
Download : Brosur Lengkap




WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Hari : Sabtu - Minggu
Tanggal : 24 – 25 Juli 2010
Waktu : 08.00 WIB s/d Selesai
Tempat : Wall Climbing Kampus 2 UMS 
              Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan, Surakarta, Jawa Tengah. 
              (Timur RS Islam Surakarta)

TEMPAT PENDAFTARAN
Sekretariat MALIMPA-UMS di Kampus 1
Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan, Surakarta,
Jawa Tengah.

WAKTU PENDAFTARAN
Tanggal 22 Juni – 23 Juli 2010 (Sebelum TM)

TECHNICAL MEETING
Hari/Tanggal :Jum’at, 23 Juli 2010
Waktu          : 19.00 WIB
Tempat        : Sekretariat MALIMPA-UMS
                    Kampus 1 Jl. A. Yani Tromol Pos 1
                    Pabelan, Surakarta, Jawa Tengah.

FASILITAS
- Penginapan
- T-Shirt :
   Diberikan kepada peserta yang mengkonfirmasi ikut LPDN IV sampai pada tanggal 15 Juli 2010.
   Jika peserta mendaftar diatas tanggal 15 Juli 2010, maka tidak mendapatkan T-Shirt 
   dan biaya  pendaftaran tetap Rp. 50.000,-
- Stiker
- Sertifikat juara
- Sarapan (Selama di karantina)
- Nomor Punggung

KETENTUAN PENDAFTARAN
- Menyerahkan surat rekomendasi sekolah/ organisasi/Kesatuan
- Wajib mengikuti technical meeting

HADIAH
Lead Umum Putra
  Juara I : Piala + U.Pembinaan Rp. 1.500.000,-
  Juara II : Piala + U.Pembinaan Rp. 1.000.000,-
  Juara III : Piala + U.Pembinaan Rp. 750.000,-
 Lead Umum Putri
  Juara I : Piala + U.Pembinaan Rp. 1.000.000,-
  Juara II : Piala + U.Pembinaan Rp. 750.000,-
  Juara III : Piala + U.Pembinaan Rp. 500.000,-
Lead Pelajar Putra
  Juara I : Piala + U.Pembinaan Rp. 1.000.000,-
  Juara II : Piala + U.Pembinaan Rp. 750.000,-
  Juara III : Piala + U.Pembinaan Rp. 500.000,-
Speed Kelas Militer / Kepolisian
  Juara I : Piala + U.Pembinaan Rp. 1.000.000,-
  Juara II : Piala + U.Pembinaan Rp. 750.000,-
  Juara III : Piala + U.Pembinaan Rp. 500.000,-

Ket: PIALA PANGDAM IV DIPONEGORO
                                    (dalam Konfirmasi)

PESERTA LOMBA
  • Organisasi Pecinta Alam Se-Indonesia
  • Klub Pemanjat
  • Anggota KEPOLISIAN / TNI
  • Pelajar/ Sispala
  • Masyarakat Umum

BIAYA PENDAFTARAN
   Rp. 50.000,- (1 kategori)
   Rp. 90.000,- (2 kategori)

JALUR TRANSPORTASI
  • Naik Bus : Dari Surabaya turun terminal Tirtonadi/ Solo, naik bus jurusan Jogjakarta/ Semarang turun Kampus UMS Pabelan.
  • Naik Kereta Api : Dari Surabaya turun stasiun Purwosari, naik amgkot 01/ Damri/ Taxi turun Kampus UMS Pabelan.
  • Turun pesawat bandara Adi Sumarmo, langsung naik Taxi turun UMS.
  • Jika dari arah Jakarta/ Semarang/ Jogjakarta naik Bus jurusan Solo bisa langsung turun Kampus UMS Pabelan.

KETENTUAN PENDAFTARAN
- Datang Langsung ke sekretariat MALIMPA-UMS

- Via SMS
   Ket Ketik : LPDNIV spasi NAMA spasi KATEGORI
   contoh : LPDNIV Cebret LeadUmumPutri
   Kirim ke : Pradita : 085225664110
                    Okta     : 081932747974
                   Dian      : 085725602794

- Via Facebook/ E-mail
  Caranya : Isi formulir yang ada di blog www.malimpasolo.blogspot.com
                atau kirim via email malimpasolo@gmail.com

TEMPAT PENDAFTARAN
Kampus 1 Sekretariat MALIMPA (Mahasiswa Muslim Pecinta Alam)
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Jl. A. Yani Tromol Pos 1 Pabelan, Surakarta, Jawa tengah 57102.
Telp : 0271-717417 ext 312
Fax : 0271-715445
E-Mail / facebook : malimpasolo@gmail.com
Blog : malimpasolo.blogspot.com


Pendaftaran via transfer melalui rekening
- Bank BRI an. Dian Pradita
  NoRek : 0097-01-035414-50-0
  Cab : Solo-Sudirman

- Bank BNI an. Okta Priyastiwi
  NoRek : 0135428772
  Cab : Slamet Riyadi

- Bank BCA an. Iman Harse P.
  NoRek : 3620153540
  Cab : Slawi
(setelah transfer biaya pendaftaran langsung konfirmasi dan tunjukkan slip transfer saat registrasi)


SELAMAT BERLOMBA
JUNJUNG TINGGI SPORTIFITAS

Sekilas Perjalanan MALIMPA

|| || || Leave a komentar
Sekilas Perjalanan MALIMPA

Lembaga pendidikan yang di situ terdapat aktifitas dan kreatifitas pendidikan muncul dengan sendirinya seiring dengan waktu, maka dalam sebuah lembaga kemajuan dan ke suksesan lembaga pendidikan salah satunya bisa terlihat di aktifitas yang muncul. Pada tahun 1979 IKIP Muhammadiyah yang berada di Surakarta yang waktu itu dengan jumlah mahasiswanya Cuma ± 600 Mahasiswa yang terdiri dari ± 240 mahasiswa tingkat I KIP EU dan CH sedang sisanya yang sudah jd mahasiswa. Pada awal menjadi mahasiswa waktu itu didakan sbuah media pengenalan akademisi yang bernama MKP ( Masa Perkuliahan Pendahuluan ) yang sekarang kita sebut dengan OSPEK atau PPA (Program Pengenalan Akademis), Pada waktu masih IKIP Muhammdiyah perkuliahan di adakan di siang hari tidak seperti sekarang ini dan baru ada jurusan EU, PU, BP2EH, yang terdiri dari fakultas FIP dan KIP.
Dari berbagai aktifitas pengenalan akademis itu muncul berbagai komunitas mahasiswa yang peduli dan berperan dalam MKP ( Masa Perkuliahan Pendahuluan ), yang notabenya waktu itu masih dalam pengkondisian yang belum terorganisir secara struktural. Maka munculah salah satu sekumpulan komunitas pada tahun 1978 di IKIP Muhammadiyah yang mengatas namakan komunitas Pecinta Alam. Berawal dari kegiatan mahasiwa di lingkungan perguruan tinggi maka komunitas Pecinta Alam mengawali dengan kegiatan Ektra di Pacitan yang di ikuti dari para anggota yang sudah saling mengenal dan saling berkumpul berdekatan untuk menciptakan suasana yang lebih kondosip dalam perkumpulanya di pengkondisian waktu itu berkumpul mereka-mereka saling berpasang pasangan. Dan ketika kegiatan di pacitan ada sebuah obrolan untuk mengadakan kegiatan berikutnya yaitu kegiatan Heyking dari Tawangmangu sampai magetan dengan jalan kaki. Karena belum terstruktur dan terorganisasir maka belum mendapatkan dana kegiatan dari IKIP dan waktu itu dalam kegiatan yang kedua para anggota melakukan iuran untuk naik bus dari solo ke tawang mangu. Kebetulan waktu itu saya’…..dan Bhak Nanik ’Perintis Malimpa’ mendapat tugas mencari sebuah kendaran untuk peserta 30 orang anggota komunitas. Pada tahun 1979 setelah datang mahasiswa baru maka saya dan anggota komunitas lainnya melakukan rencana kegiatan berikutnya, karena waktu itu kita kebetulan ada hari bebas kamis dan jumat sehingga bias di gunakan dengan kegiatan ektra. Berawal dari kegiatan hyking di tawangmangu yang sukses maka kekegiatan selanjutnya di putuskan untuk melakukan hyking lagi dengan lokasi yang berbeda. Yaitu hyking di daerah lawu utara yang mengambil perencanaan rute : kampus – kleco sampai masaran dan istirahat di masaran tidur tempat “Musmirah” ‘Perintis Malimpa’, dari masaran menuju gunung warak (Sine Jaten) dan istirahan tidur di tempat Bpk. Surah Kuniran ‘Perintis Malimpa’, dari sine menuju batu jamus dan istirahat di batujamus untuk melanjutkan menuju tawangmangu selanjutnya kumpul di karangpandan. Setelah anggota kumpul dan istirahat di karangpadan terus di jemput dengan sebuah Truk untuk kembali ke kampus kleco sehingga total perjalan hyking yang ke dua di tempuh 4 hari.
Berpijak dari berbagai kegiatan yang telah di adakan komunitas maka semakin banyak peminatnya, sehingga saya dan teman anggota komunitas yang lain berkeinginan kegiatan yang sudah diadakan lebih terorganisir dan terstruktur. Maka waktu itu kita agendakan sebuah pertemuan anggota komunitas untuk membahas adanya sebuah organisasi Pecinta Alam di lingkungan IKIP Muhammadiyah. Dan dari pertemuan itu di putuskan sebuah nama Komunitas Pecinta Alam di IKIP dengan Nama MALIMPA ( Mahasiswa Muslim Pecinta Alam) di IKIP Muhammadiyah. Dan waktu itu di setujui dengan ketua Bpk.Harjanto ‘Perintis Malimpa’ (Almarhum) belum di ajukan ke Rektor dan masih dalam sebuah proses perjalan pendirian organisasi resmi di lembaga pendidikan IKIP Muhamadiyah. Setelah terbentuk sebuah komunitas Pecinta Alam dengan nama MALIMPA dan adanya struktur ketua Malimpa maka diadakalah kegiatan untuk mengawalinya yaitu ke puncak Telomoyo. Kegiatan ke puncak telomoyo yang berkumpul di Balai Desa Banyu Biru dengan agenda kegiatan ; diadakannya Da’wah dan bakti social, ceramah keagamaan oleh Bpk.Didik SW ’Perintis Malimpa’ dan Bpk. Mahmudi Sholeh ‘Pembina 1 Malimpa’ (Almarhum). Setelah berbagai rangkaian kegiatannya diadakan sebuah pensolitan struktur organisasi dan di akuinya secara resmi Organisasi MAlimpa di IKIP Muhammadiyah Oleh Bpk.Djasman Huadi selaku rector waktu itu di Bulan Mei 1979 bersama dengan Teater Kidung, Menwa, Koran Mentari, pada penutupan PORSENI IKIP Muhammadiyah. Maka Malimpa dengan Struktur Organisasi di setujuinya dengan ketua : Pertama Didik SW, Sekretaris : Koes, Bendahara : Wiwik Is’roh dan dalam kegiatanya sehari hari melakukan kegiatan di kampus dan aktifitas di luar sesuai dengan misi dan visi organisasi.
Seiring dengan perkembangan jaman kegiatan Malimpa berkembang tidak cuma Hyking akan tetapi Bakti social dan dakwah islami yang di adakan tiap hari besar yang lain. Pada waktu itu masih sering kali kegiatan Malimpa khususnya di dana masih di tanggung oleh para anggotanya, misalnya pada waktu bakti social para anggota di kondisikan untuk membaw dan menyumbangkan Pencil, buku tulis, dan peralatn yang layak untuk di sumbangakan. Pada awal berdirinya Malimpa pernah mengadakan 2 kali kegiatan Khitanan Massal yaitu : pertama ; di desa Weru, Baki Sukoharjo, kedua ; di desa tanon Kab Sragen. Bakti social yang paling besar dan ramai di daerah giriwoyomWonogiri dengan berbagai bentuk sumbangan antara lain ; buku bacaan agama, Buku tulis, pencil, tikar, Petromak, kain, rukuh, jam diding, sadjadah, dll. Maka dari situlah Malimpa lebih sering mengadakan kegiatannya dan lebih menyempurnakan kegiatan pencita alam sebagai kegiatan di IKIP Muhammadiyah hingga sekarang yang meliputi Hyking, Da’wah Islam, Bakti Sosial, sekaligus mengenalkan IKIP Muhammadiyah lewat aktifitas Pecinta Alam.
Demikian sekilas perjalanan kegiatan berdirinya Malimpa dari IKIP Muhammadiyah Sampai UMS, dari kegiatan Malimpa banyak yang sifatnya antar personal yang tidak saya critakan. Semoga sedikit crita ini bias lebih membuat maju dan mampu melakukan penelitian bagi lingkungan yang nantinya bias berguna bagi bangsa kita INDONESIA bahkan bagi Dunia pada umumnya. Amin…

Penulis;
Koes ‘Jotek yang memunyai kegiatan seharian di Puslitbang UMS lebih mempunyai aktifitas dan gaya kaya anak muda katanya biar awet muda ngenomi.,,,,klu ngrokok pakai tulang pipa ni merupakn salah satu perintis MALIMPA (Mahasiswa Muslim Pecinta Alam) ni mempunyai segudang aktifitas ketika mudanya anatara lain :
 Dua Periode kepengurusan di awal bedirinya :
I. Ketua Didik, Sekretaris Koes’Jotek, Bendahara Wiwik
II. Ketua Ali Ahmadi Sekretaris Koes’Jotek, Bendahara G.Sundary
 Anggota Team seperti Getek Mangkunegara, Napak Tilas
 Anggota Team naik rakit banbu dari Bogor ke Jakarta di sungai Ciliwung Tahun 1975

Ekspedisi Pantai Utara

|| || || Leave a komentar
Kesuksesan acara pamungkas Dasawarsa Malimpa, benar-benar membawa perubahan baru yang mencerahkan atmosfir di Malimpa. Anggota Malimpa tak takut lagi merencanakan kegiatan yang menantang bahaya. Memasuki libur semester ini, Malimpa berniat menggelar ekspedisi.
Rencana ini tentu masuk akal. Sebab, kebesaran sebuah perhimpunan pencinta alam, tidak hanya diukur dari deretan piala yang diraihnya. Melainkan, juga ditentukan oleh seberapa banyak mereka menggelar ekspedisi.
Malimpa belum tahu banyak tentang ekspedisi. Pengetahunnya baru sebatas teori yang belum dibuktikan keampuhannya. Langkah yang paling efisien mengerti ekspedisi, adalah dengan melakukan ekspedisi itu sendiri.
Sayangnya, jatah anggaran Malimpa tak banyak lagi. Kalaupun dipaksakan, juga tak bakal mencukupi. Mengharapkan uluran anggota Malimpa juga bukan langkah bijaksana. Anggota Malimpa – siapapun dia – sudah teramat sering mengorbankan rupiahnya buat mensukseskan acara Malimpa yang mereka ikuti. Jadi, kalaupun harus menggelar ekspedisi, haruslah yang bersifat efisien dan efektif. Malimpa sponsor utama dan peserta sponsor pendamping. Kondisi inilah yang kemudian, membuat Malimpa menggelar kegiatan berjudul, “Ekspedisi Penelusuran Pantai Utara Jawa Tengah”.
Hal lain yang menjadi pertimbangan Malimpa, menggelar ekspedisi yang berlangsung pada 8 - 6 Juli 1989 adalah, ekspedisi ini berbiaya kecil. Namun resiko celakanya cukup besar. Tidak memerlukan peralatan rumit. Serta tidak juga memerlukan latihan spesial. Pesertanyapun, tidak dituntut macam-macam. Bahkan, tidak harus lulus kualifikasi khusus dengan standar tertentu pula.
Syarat mengikuti ekspedisi ini, hanyalah berani malu. Siap tidak mandi-mandi. Tak bakal mengalami gangguan pencernaan, jika selama ekspedisi menyantap aneka makanan aneh, yang pasti dilarang ahli kesehatan mengkonsumsinya. Terakhir, tulang betis harus kuat dan dijamin tak akan retak, walaupun berjalan non stop selama sembilan hari Jepara -Rembang.
Ternyata, ekspedisi ini menarik minat banyak anggota Malimpa. Dari delapan “kursi” yang disediakan, pesertanya membengkak menjadi sembilan orang. Kesembilan orang itu adalah, Lumadiyana alias Genter, Eni Putri dan Lestari Bulek, ketiganya FKIP. Kemudian Toni dan Ansori.Kancil, keduanya Teknik. Lalu Puput Psikologi. Terakhir Falih NH, Sugiyarto dan aku sendiri, kami bertiga dari Ekonomi.
Sesuai agenda ekspedisi, Keberangkatan tim akan diantar oleh anggota Malimpa -- naik bis kampus -- hingga ke titik start di Pantai Kartini Jepara. Lantas, usai acara pelepasan yang dipimpin Medi, rombongan penggembira akan balik ke kampus. Sedangkan peserta ekpedisi bermalam di pantai ini, memanfaatkan stand milik tukang arum manis.
Esoknya, usai subuh tim ekspedisi mulai bergerak. Baru berhenti menjelang maghrib, dimanapun berada. Lantas, mendidirkan tenda putih blacu, tempat kami berlindung dari angin laut. Proses ini, terus berjalan mulai dari titik start, lalu ke Bugel. Lantas memasuki Benteng Portugis. Kemudian ke Tayu, dilanjutkan ke Juwana hingga memasuki garis akhir di pantai Kartini Rembang.
Dalam rentang sembilan hari tersebut, tim eskpedisi hanya berhenti agak lama di daerah Pati. Seorang peserta ulang tahun. Berhari jadi di tengah ekspedisi bukanlah sesuatu yang sering terjadi. Kami berdelapan sengaja beristirahat sedikit lebih lama, buat memberikan kebahagian kecil, kepada sahabat tersayang kami yang berultah, Puput.
Boleh dikata ekspedisi ini tak menemui hambatan mematikan. Kalaupun sempat berkali-kali terjebak lumpur pantai utara, atau nyaris dipatuk ular laut yang berbisa, justru itulah yang membuat ekspedisi ini bermakna.
Banyak hasil yang dapat dipetik dari ekspedisi ini. Dari sudut “ilmiah” umpamanya Ekspedisi ini tergolong sukses, karena telah memberi banyak pengetahuan tentang berbagai hal di pantai utara. Anggota tim ekspedisi ini, menjadi semakin hapal luar kepala bahwa, jika lubang ozon kian sobek, maka pihak pertama yang akan merana berkepanjangan, adalah masyarakat yang tinggal di pesisir. Tambak udangnya, rumah dan kebun kelapanya, akan terendam air laut yang pasang.
Dipandang dari segi kesehatan dan perkembangan mental, ekspedisi ini juga sangat membanggakan. Tak seorang pun dari sembilan peserta yang menderita muntaber. Terserang jamur kulit, atau mengalami patah kaki. Bahkan, yang lebih menggembirakan lagi, kesembilan peserta ini, sama-sama merasa lebih hitam legam dari sebelumnya. Serta sama-sama merasa lebih berani malu.